Aset Metropolitan Land Bertumbuh, Sentuh Rp7,60 Triliun

PT Metropolitan Land Tbk yang mengusung kode saham MTLA juga mencatat pertumbuhan jumlah aset pada akhir Juni 2025/foto: mtla

Jakarta, landbank.co.id– PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester pertama 2025 dibandingkan periode yang sama 2024.

Selain itu, PT Metropolitan Land Tbk yang mengusung kode saham MTLA juga mencatat pertumbuhan jumlah aset pada akhir Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Mengutip laporan keuangan PT Metropolitan Land Tbk, pada paruh pertama 2025, pendapatan Metland tumbuh tipis bila dibandingkan periode yang sama 2024.

Per akhir Juni 2025, pendapatan Metland tercatat sebesar Rp837,02 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 senilai Rp835,46 miliar.

Baca juga: Metland Perkirakan Pendapatan Tumbuh 10 Persen

Kontributor utama pendapatan MTLA pada semester pertama 2025 datang dari penjualan tanah dan/atau bangunan yang sebesar Rp321,54 miliar atau setara sekitar 38 dari total pendapatan Metland.

Segmen tersebut pada Januari-Juni 2024 menyumbang sekitar Rp505,47 miliar atau sekitar 60 persen dari total pendapatan kala itu yang senilai Rp835,46 miliar.

Penyumbang kedua terbesar terhadap total pendapatan semester pertama 2025 dan periode sama 2024 adalah dari pendapatan sewa ruangan, yakni masing-masing Rp122,27 miliar dan Rp122,48 miliar.

Ketika itu, kontribusi pendapatan sewa dan ruangan pada paruh pertama 2025 dan 2024 sekitar 15 persen terhadap total pendapatan.

Baca juga: Metland Cibitung Kian Membubung

Pada semester pertama 2025, laba bersih Metland tercatat meningkat sekitar 12 persen bila dibandingkan dengan paruh pertama 2024.

Mengutip laporan keuangan MTLA, laba bersih Metland pada akhir Juni 2025 sebesar Rp208,31 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 senilai Rp185,19 miliar.

 

Tumbuh 10 Persen

Manajemen Metland memerkirakan pendapatan perseroan tumbuh berkisar 5-10 persen pada 2025 dibandingkan dengan sepanjang 2024.

Pada 2024, pendapatan Metropolitan Land sekitar Rp2,02 triliun.

Pos terkait