Anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini juga percaya bahwa pengembangan kawasan yang berkelanjutan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan Perusahaan dan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
Aset Meningkat
Seiring peningkatan pendapatan, laba bersih CBDK juga meningkat pada paruh pertama 2025, yakni sekitar 26 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Per akhir Juni 2025, laba bersih CBDK tercatat sebesar Rp516,99 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 senilai Rp411,17 miliar.
Sementara itu, jumlah aset CBDK tercatat senilai Rp21,89 triliun pada akhir Juni 2025, sedangkan pada akhir Desember 2024 masih sekitar Rp20,26 triliun.
Baca juga: Raup Pendapatan Rp1,2 Triliun, CBDK:Kepercayaan Pasar Terus Meningkat
Liabilitas CBDK pada semester pertama 2025 sekitar Rp10,72 triliun, sebaliknya, pada akhir 2024 tercatat sebesar Rp11,94 triliun.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, jumlah ekuitas CBDK naik menjadi Rp11,16 triliun pada akhir Juni 2025, sedangkan akhir 2024 tercata sekitar Rp8,32 triliun.
CBDK mengusung proyek kota mandiri baru dengan konsep smart city yang memiliki lokasi strategis di bagian utara Jakarta yang terhubung dengan Tangerang, baik dari sisi utara, barat, dan sekitarnya.
Konektivitas itu terajut melalui jalan tol dan jalan boulevard, serta didukung adanya transportasi umum, seperti Transjakarta.
Baca juga: Punya Landbank 698 Hektare, CBDK Terus Jaga Momentum
Perseroan menawarkan konektivitas unggul ke wilayah Jabodetabek dan Bandara Internasional Soekarno Hatta melalui Jalan Tol KATARAJA yang akan beroperasi pada masa mendatang. Perseroan menjadi bagian dalam kota mandiri baru yang disebut sebagai “The New Jakarta City”.
Pemegang saham CBDK per akhir Juni 2025 mencakup PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk sebesar 45,90 persen, PT Agung Sedayu 22,05 persen, PT Tunas Mekar Jaya 22,05 persen, dan masyarakat 10,00 persen.
(*)





