Arwana Ceramics terus mengepakkan sayap. Pada 2013, membuka pabrik keempat di Ogan Ilir, Sumatera Selatan dengan kapasitas 12 juta m2/tahun.
Terakhir, pada 2016, ARNA membuka pabrik kelima di Mojokerto, Jawa Timur dengan kapasitas 15,4 juta m2/tahun.
Buyback Saham
Sementara itu, Edy Suyanto, direktur PT Arwana Citramulia Tbk menjelaskan bahwa ARNA telah menjalankan pembelian kembali saham alias buyback saham.
Baca juga: Produsen Keramik Ini Membungkus Pendapatan Rp1,4 Triliun
“Pelaksanaan pembelian kembali saham dilakukan mulai tanggal 24 Oktober 2025 hingga 23 Januari 2026,” kata Edy Suyanto dalam suratnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 26 Januari 2026.
Dia menerangkan, dana yang disediakan untuk buyback saham oleh Perseroan adalah sebesar Rp 50 miliar, sedangkan jumlah dana yang telah digunakan Rp10.925.982.020, termasuk biaya transaksi dan materai.
“Akumulasi jumlah saham yang dibeli 20.387.900 lembar,” papar Edy Suyanto.
Baca juga: Arwana Citramulia Raih Penjualan Rp2,63 Triliun
Per akhir Desember 2025, pemegang saham Arwana Citramulia terdiri atas Tandean Rustandy sebesar 38,98 persen dan PT Suprakreasi Eradinamika 15,45 persen.
Lalu, BBH Luxembourg s/A Fidelity Funds-Asian Smaller Companies Pool 5,73 persen, dan masyarakat 39,84 persen.
(*)





