Jakarta, landbank.co.id – Tradisi mudik menjelang Lebaran selalu dinantikan masyarakat Indonesia. Namun perjalanan jarak jauh juga menyimpan risiko kecelakaan lalu lintas jika tidak disertai kesiapan dan kesadaran berkendara yang baik.
Data dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat sepanjang periode 26 Maret hingga 8 April 2025 terjadi 3.181 kecelakaan lalu lintas jalan atau rata-rata 227 kasus per hari.
Dari total tersebut, kecelakaan menyebabkan 787 korban jiwa, dengan rata-rata 28 orang meninggal dunia setiap hari.
Faktor Manusia Masih Jadi Penyebab Utama Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan, Edo Rusyanto, mengatakan angka kecelakaan di Indonesia sebenarnya masih dapat ditekan.
Menurutnya, faktor manusia menjadi pemicu dominan kecelakaan lalu lintas.
“Kita tahu bahwa faktor manusia merupakan pemicu kecelakaan lalu lintas jalan yang dominan. Karena itu para pemudik perlu meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko guna memangkas fatalitas kecelakaan di jalan,” ujar Edo dalam diskusi di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menambahkan partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menekan angka kecelakaan maupun fatalitas selama musim mudik.
Edo menekankan pentingnya manajemen perjalanan mudik yang aman dan sehat.
Menurutnya, pemudik perlu mempersiapkan kondisi fisik dan kendaraan sebelum berangkat serta disiplin beristirahat selama perjalanan.
“Ciri utama perjalanan yang aman adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat guna menjaga kebugaran saat berkendara,” jelasnya.
Ia juga menilai penurunan angka kecelakaan pada musim mudik Lebaran 2025 tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, kepolisian, serta meningkatnya kesadaran masyarakat.
Berdasarkan data Operasi Ketupat 2025, jumlah kecelakaan selama periode mudik turun sekitar 31 persen, sementara fatalitas korban meninggal dunia menurun hingga 53 persen.
Sementara itu, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting, Lilik Andi Baryono, menegaskan kecelakaan lalu lintas harus dicegah karena dampaknya sangat besar.
“Semua akan sia-sia ketika terjadi kecelakaan. Tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga harta benda, waktu, hingga masa depan,” ujarnya.
Menurut Lilik, salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan pengemudi dalam mengantisipasi situasi di jalan.
Kondisi tersebut kerap dipicu oleh kelelahan saat berkendara dalam perjalanan jauh.





