Jakarta, landbank.co.id- Para investor Singapura masih berbondong-bondong merangsek sektor properti di Indonesia sepanjang Januari-September 2026.
Dalam rentang waktu itu, mengutip data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi penanaman modal asing (PMA) Singapura menyentuh sekitar Rp9,03, triliun.
Mayoritas realisasi investasi dari Singapura itu menggerojok Provinsi DKI Jakarta, yakni sebesar Rp2,99 triliun atau sebanyak 33,07 persen.
BACA JUGA:Singapura Dominasi Investasi Sektor Properti
Dari total investasi di Provinsi DKI Jakarta, mayoritas berada di Jakarta Pusat, yaitu sekitar Rp1,96 triliun.
Wilayah lain yang menjadi serbuan investor properti Singapura adalah Banten sebesar 17,64 persen.
Di provinsi itu lokasi paling digemari investor Singapura adalah Kabupaten Tangerang.
BACA JUGA:Las Vegas Sands Gandeng Woh Hup Singapura
Tiga provinsi terbesar lainnya yang menjadi incaran para investor Singapura di sektor properti adalah Jawa Barat (16,88 persen), Kepulauan Riau (10,31 persen), dan Jawa Tengah (8,07 persen).
Lima Besar
Sementara itu, para investor dari Singapura mendominasi investasi di sektor properti Indonesia sepanjang Januari-September 2026.
BACA JUGA:Ketemu PM Singapura, Prabowo Bakal Kebut Pembangunan Rumah
Dalam periode itu para investor Singapura rela merogoh kocek nyaris Rp9,03 triliun atau setara dengan sekitar 22,59 persen dari total realisasi penanaman modal asing (PMA) di sektor properti.
Selain Singapura di posisi puncak, PMA yang masuk lima besar sepanjang sembilan bulan 2026 adalah Hong Kong (19,87 persen), Tiongkok (15,63 persen), Jepang (8,26 persen), dan Prancis (3,39 persen).