Jakarta, landbank.co.id - Sebanyak 30.000 rumah subsidi melalui program KPR Recycle sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.
Skema kebijakan yang disiapkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) serta BP Tapera untuk menyalurkan kembali rumah subsidi yang sempat bermasalah seperti kredit macet atau ditinggalkan pemiliknya kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, melalui program tersebut BTN berupaya mengoptimalkan kembali pemanfaatan rumah eksisting yang dapat dipasarkan kepada masyarakat setelah melalui proses perbaikan kondisi bangunan.
Menurut Nixon, perbaikan rumah menjadi bagian penting sebelum unit tersebut kembali ditawarkan kepada calon pembeli.
BACA JUGA:197 Ribu Rumah Subsidi Terealisasi Hingga 2 November 2026
“Sebelum dipasarkan, kami juga akan memastikan kondisinya diperbaiki terlebih dahulu, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan bagian atap dan dinding, sehingga rumahnya bisa kembali layak huni dan terlihat seperti baru,” jelas Nixon dalam keterangan resminya yang diterima landbank.co.id Rabu, 4 November 2026.
Selain KPR Recycle, BTN juga mengembangkan inovasi pembiayaan Home Power untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati.
Program tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal sebanyak 40 unit rumah.
Nixon menjelaskan, melalui skema Home Power, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan rumah. Selanjutnya, BTN dapat memberikan tambahan pembiayaan hingga 30 persen dari plafon awal untuk memenuhi kebutuhan pengisian atau perlengkapan rumah.
BACA JUGA:BTN Perkuat Ekosistem Perumahan, Penyaluran KPR Tembus Rp552 Triliun
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya. Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi,” ujar Nixon.
Pengembangan berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperkuat kontribusinya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui perluasan akses pembiayaan dan pengembangan ekosistem perumahan nasional.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan bersama Nixon dan jajaran Direksi BTN di Jakarta, Senin, 2 November 2026.
“BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP,” ujar Maruarar.
BACA JUGA:BTN Bidik MBR Lewat KPR Subsidi Tenor 40 Tahun