“BP Tapera terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran FLPP semakin optimal. Kami ingin memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses pembiayaan perumahan yang semakin mudah, sehingga semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama,” tegas Heru.
Heru juga memaparkan kontribusi perbankan dalam penyaluran KPR FLPP. Bank BTN menjadi bank dengan realisasi penyaluran terbesar, yakni sebanyak 85.341 unit rumah.
Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Nasional dengan realisasi 48.286 unit rumah, disusul BRI sebanyak 26.182 unit rumah.
BACA JUGA:Menteri Ara Kejar Target Bedah 400.000 Rumah, Sertifikat Gratis Disiapkan untuk 1 Juta Keluarga
Dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran FLPP tertinggi, yakni mencapai 44.295 unit rumah. Selanjutnya, Jawa Tengah mencatatkan realisasi sebanyak 17.906 unit rumah dan Sulawesi Selatan sebanyak 16.538 unit rumah.
Sebagai informasi, berdasarkan data BP Tapera yang dihimpun landbank.co.id dari laman tapera.go.id, hingga 2 November 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP secara nasional telah mencapai 197.048 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp24,55 triliun.
Selain capaian tersebut, BP Tapera juga merencanakan pelaksanaan akad massal KPR FLPP pada Desember 2026 dengan total 101.000 unit rumah.
Rinciannya, sebanyak 71.000 unit rumah dijadwalkan melaksanakan akad pada 17 Desember 2026. Selanjutnya, rangkaian akad massal berlanjut pada 21 Desember 2026 dengan target sebanyak 30.000 unit rumah.
BACA JUGA:Program Bedah Rumah DKI Jakarta 2026 Capai 10.300 Unit
Pelaksanaan akad massal tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap fasilitas pembiayaan rumah subsidi sekaligus mempercepat realisasi program perumahan nasional.
(*)