Jakarta, landbank.co.id- Hingga pertengahan Oktober 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memantau sebanyak 73.328 rumah subsidi berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Angka itu setara dengan 97,77 persen dari target pemantauan keterhunian rumah FLPP tahun 2026 yang sebanyak 75.000 rumah subsidi.
Menurut BP Tapera, sebanyak 68.250 rumah subsidi atau 93,38 persen dinyatakan telah dihuni sesuai ketentuan.
BACA JUGA:Cara Mengajukan KPR Subsidi BP Tapera 2026, Cek Syarat di Sini
Tingkat keterhunian tersebut diupayakan bisa terus meningkat sampai dengan Desember 2026.
Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Nauval Al-Ammari, mengatakan bahwa salah satu indikator keberhasilan program FLPP adalah tingkat keterhunian rumah.
Bank Ppenyalur dan asosiasi pengembang diharapkan bisa meningkatkan edukasi kepada semua debitur/nasabah KPR Sejahtera untuk memastikan semua rumah FLPP dihuni sesuai ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA:Kejar Target FLPP 350.000 Unit, BP Tapera Siapkan 60.000 Rumah Subsidi Recycle
Selain itu, menyampaikan kepada semua calon konsumen dan kepada semua penerima manfaat pembiayaan FLPP, yakni kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk melaporkan penghunian rumah FLPP. Tujuannya agar bank penyalur melakukan validasi atas pelaporan tersebut melalui e-Monev keterhunian rumah FLPP.
Berdasarkan hasil pemantauan BP Tapera Periode I Tahun 2026, yakni sampai Juni 2026, ditemukan 101 rumah yang telah akad pembiayaan tetapi belum siap huni.
BP Tapera mengaku bahwa seluruhnya telah ditindaklanjuti oleh bank penyalur pada Periode II Tahun 2026, yaitu Juli-September.
Di sisi lain, kata Nauval, BP Tapera juga telah memberikan sanksi tegas berupa penerbitan rekomendasi penghentian FLPP kepada Bank Penyalur terhadap 561 Orang yang terbukti tidak menghuni rumah sesuai ketentuan dalam rentang tahun 2022 hingga 23 Oktober 2026.
BACA JUGA:Pengalaman Memanfaatkan Kredit Bangun Rumah Tapera
Kepala Divisi Pemantauan dan Evaluasi BP Tapera, Haafidh Affandi, menyampaikan bahwa pelaporan keterhunian rumah FLPP secara mandiri melalui aplikasi AkuHuni telah mencapai 11.984 debitur hingga September 2026.