Jakarta, landbank.co.id- Penjualan properti PT Sentul City Tbk (BKSL) terus menggeliat sepanjang Januari-September 2026.
Bahkan, raihan per September 2026 emiten berkode saham BKSL di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mencapai tiga kali lipat torehan periode sama 2022.
Mengutip laporan keuangan PT Sentul City Tbk, per akhir September 2026, penjualan properti yang mencakup lahan siap bangun, rumah hunian, rumah toko (ruko), dan apartemen mencapai sebesar Rp1,03 triliun.
BACA JUGA:Penjualan LRT City Sentul Mantul
Pada periode sama 2022, penjualan properti BKSL masih bertengger di angka Rp326,09 miliar.
Angka penjualan properti Sentul City tahun ini memecahkan rekor untuk lima tahun terakhir, yakni rentang 2022-2026.
Dalam rentang periode itu, penjualan properti emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 1997 tersebut cukup fluktuatif.
BACA JUGA:Sentul City Gulirkan Cluster Uptown Park, Hiramsyah: Yakin Terserap Pasar
Khusus untuk rentang sembilan bulan 2026 dibandingkan periode sama 2025 terlihat tumbuh sekitar 60 persen.
Segmen penjualan properti menyumbang sekitar 84 persen terhadap total pendapatan BKSL per akhir September yang menyentuh sekitar Rp1,23 triliun.
Selebihnya disumbang oleh segmen hotel, restoran dan taman hiburan Rp132,16 miliar dan pengelolaan kota sekitar Rp66,55 miliar.
BACA JUGA:Penjualan Hunian Sentul City Meninggi
Di sisi lain, guna memerkuat bisnis properti, Sentul City meluncurkan Cluster Uptown Park, di pusat kawasan niaga terpadu (CBD) Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
“Uptown Park kami rancang khusus untuk memenuhi tingginya minat masyarakat urban akan hunian premium di CBD Sentul City, yang kami yakini akan terserap pasar dengan cepat,” kata Hiramsyah S Thaib, presiden direktur PT Sentul City Tbk, belum lama ini.
Dibangun di kawasan seluas 4,8 hektare, hunian ini menawarkan lingkungan yang lebih private karena hanya akan dibangun 110 unit rumah di cluster Uptown Park.