Jakarta, landbank.co.id- Emiten properti PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengoleksi laba bersih ukuran jumbo sepanjang Januari-September 2026, yakni Rp1,49 triliun.
Laba bersih emiten berkode saham DMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melonjak sekitar 284 persen bila disandingkan raihan per akhir September 2025.
Maklum, Laba bersih DMAS pada periode sembilan bulan 2025 masih bercokol di level Rp525 miliar.
BACA JUGA:DMAS, KPIG, dan BUVA Masuk Deretan Top Volume
Torehan laba bersih Januari-September 2026 pengembang pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas, Jawa Barat itu seiring dengan kemampuan Perseroan mencetak pendapatan usaha Rp2,65 triliun.
“Telah terjadi kenaikan signifikan sebesar hampir 3,4 kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.
Pada sembilan bulan tahun 2026, kontributor terbesar terhadap pemasukan Perseroan masih didominasi oleh pendapatan usaha dari segmen industri, yaitu sebesar Rp2,54 triliun atau sekitar 96 persen dari total pendapatan usaha anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ini.
BACA JUGA:DMAS Percaya Diri Revisi Target Prapenjualan 2026, Sentuh Rp2,95 Triliun
“Sebagian besar pendapatan Perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center,” tutur Tondy Suwanto.
Di samping pendapatan dari segmen industri, segmen komersial memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp44,47 miliar.
Adapun kontribusi dari pendapatan usaha segmen hunian, rental, dan hotel terhadap pendapatan usaha masing-masing adalah Rp30,99 miliar, Rp15,02 miliar dan Rp12,82 miliar.
BACA JUGA:DMAS Kantongi Permintaan Lahan Data Center Nyaris 64 Hektare
Laba kotor Perseroan juga mengalami lonjakan sebesar 297 persen dari Rp545 miliar pada sembilan bulan tahun 2025 menjadi Rp1,62 triliun pada periode sama2026.
Marjin laba kotor pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 61 persen.
Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp8,44 triliun, meningkat sebesar Rp1,32 triliun atau 19 persen dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp7,12 triliun, dimana peningkatan aset terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas.