Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pedagang pasar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelajar, serta generasi muda, untuk memperluas pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan.
Sebelumnya, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan DKI Jakarta mencapai 84,01 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 99,74 persen.
OJK menilai tingginya akses layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap manfaat, risiko, dan ketentuan produk keuangan, termasuk kewaspadaan terhadap penipuan serta aktivitas keuangan ilegal.
BACA JUGA:Abang None Bisa Dukung Literasi Keuangan
(*)