Jakarta, landbank.co.id - Harga emas dunia di pasar spot (XAU/USD) berpeluang mengalami pemulihan pada perdagangan Senin (26/10/2026) setelah terkoreksi tajam. Analis memproyeksikan zona US$3.959–US$3.982 menjadi area support penting yang dapat membuka peluang kenaikan menuju US$4.086–US$4.112.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Geraldo Kofit, menilai peluang penguatan harga emas muncul setelah logam mulia tersebut mengalami tekanan jual signifikan.
"Emas (XAU/USD) berpeluang naik usai koreksi tajam dan menyentuh zona support kuat di US$3.959–US$3.982," tulis Geraldo, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Geraldo, zona tersebut berpotensi menjadi area pembentukan swing low atau titik terendah lokal sebelum harga mencoba bergerak naik. Jika support mampu bertahan, harga emas berpeluang mengalami pemulihan jangka pendek menuju area resistance berikutnya.
Meski demikian, peluang rebound tersebut masih bersifat korektif dan belum mengonfirmasi perubahan tren bearish menjadi bullish secara menyeluruh.
Geraldo menjelaskan bahwa zona US$3.959–US$3.982 menjadi area penting untuk memantau respons harga emas setelah mengalami penurunan tajam.
"Apabila support tersebut mampu bertahan, XAU/USD berpeluang membentuk swing low, yakni titik terendah lokal sebelum harga mencoba bergerak naik. Kondisi ini dapat membuka ruang pemulihan jangka pendek setelah penurunan sebelumnya," terangnya.
Ia juga menilai bahwa konfirmasi momentum beli menjadi faktor penting untuk menentukan peluang penguatan harga emas menuju area resistance terdekat.
"Jika momentum beli mulai menguat, resistance US$4.086 menjadi level pertama yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Apabila tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi menguji resistance berikutnya di US$4.112," ungkapnya.
Kendati demikian, kenaikan menuju kedua level tersebut belum dapat diartikan sebagai pembalikan tren secara menyeluruh. Diperlukan konfirmasi pergerakan harga yang lebih kuat untuk menilai apakah pemulihan dapat berkembang menjadi tren bullish.
Sebaliknya, jika harga emas menembus zona support US$3.959–US$3.982 secara valid, skenario rebound berisiko gagal. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan tekanan jual masih dominan dan membuka peluang pelemahan lanjutan.
Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas dunia juga dipengaruhi oleh perkembangan fundamental, termasuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury, serta kekuatan dolar AS.
Ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi daya tarik emas di mata investor. Perubahan ekspektasi suku bunga AS, misalnya, dapat mendorong penyesuaian posisi investasi dan memicu volatilitas harga logam mulia.
Apabila dolar AS melemah dan imbal hasil Treasury menurun, peluang pemulihan harga emas berpotensi semakin terbuka. Pelemahan dolar membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sedangkan penurunan yield dapat mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga.
Sebaliknya, penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury berpotensi menambah tekanan terhadap harga emas. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter The Fed juga dapat memicu fluktuasi harga ketika investor menyesuaikan ekspektasi terhadap suku bunga.
Dengan demikian, perkembangan fundamental perlu dicermati bersamaan dengan respons harga di sekitar level support dan resistance.