Jakarta, landbank.co.id- Bisnis hotel dan restoran di Indonesia terus berdenyut sepanjang Januari-September 2026.
Denyut bisnis hotel dan restoran terlihat dari realisasi investasi yang tak henti mengguyur sektor tersebut.
Mengutip data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam rentang sembilan bulan 2026, realisasi investasi hotel dan restoran menyentuh sekitar Rp42,70 triliun.
BACA JUGA:Pebisnis Hotel Ini Raup Nyaris Rp65 Miliar
Angka itu setara sekitar US$2,59 miliar dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar Amerika Serikat.
Per akhir September 2026, jumlah proyek yang mendapat kucuran investasi baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) mencapai sebanyak 6.454 proyek.
Posisi PMDN masih dominan, yakni mencapai sekitar 71 persen dari total realisasi investasi, sedangkan PMA sebanyak 29 persen.
BACA JUGA:Archipelago Hotels Ekspansi ke Semarang
Dari sisi proyek, PMDN menyentuh sekitar 27 persen, sedangkan PMA sebanyak 73 persen.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana pernah mengatakan bahwa investasi pariwisata bukan hanya berarti membangun hotel atau fasilitas baru.
“Di belakang investasi terdapat kegiatan usaha, kebutuhan terhadap barang dan jasa, serta peluang penciptaan pekerjaan,” ujar Menpar Widiyanti.
BACA JUGA:Okupansi Hotel Meninggi
Di sisi lain, memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif yang signifikan dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Menpar Widiyanti mengatakan, pembangunan pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi juga berorientasi pada dampak nyata bagi perekonomian masyarakat serta pemerataan di berbagai daerah.
Hal ini, jelas dia, selaras dengan semangat yang dibawa sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.