Smartin dan Universitas Sahid Lahirkan Sahid Future Entrepreneur Workshop

Sabtu 24-10-2026,17:22 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

“Pesan utama, keduanya bisa membuat rugi tanpa rencana,” tegas dia.

BACA JUGA:Menyimak Era Baru Pertumbuhan Kripto dan Penggerak Anyar Industri

Di bagian lain, KOL Business Development Specialist Bittime,  Desy Carlina, memerkenalkan aset kripto ke mahasiswa. 

Pada intinya, kata dia, kripto adalah alat untuk meraih kue dari internet, ketimbang hanya menggunakannya. Maka tak heran jika sejumlah tokoh finansial dunia gencar membeli aset ini, seperti CEO BlackRock Larry Fink, CEO Ark Invest Cathie Wood, dan Robert Kiyosaki.

“Pergerakan investor institusi dapat menjadi salah satu referensi dalam memahami dinamika pasar kripto. Namun, setiap keputusan investasi harus didasarkan pada riset, pemahaman risiko, dan strategi keuangan terukur," ujar dia. 

Seiring dengan itu, dia menyatakan, Bittime hadir sebagai exchange kripto berlisensi dan tepercaya. Perusahaan ini dibentuk pada 2020 dan menghadirkan 200 aset yang bisa diperdagangkan, 550 pair token, 450 lebih token, dengan jumlah pengguna 1 juta.

Sementara itu, Chief Technology Officer Smartin Ervan C Gunawan, menyatakan, ada empat bekal yang membantu keputusan trading. 

BACA JUGA:Badan Usaha Pemilik Aset Kripto Melejit 92,8 Persen

Pertama, teknikal untuk mencari tren dan harga penting. Kedua, fundamental, yakni faktor ekonomi yang memengaruhi harga. Ketiga, manajemen risiko, yakni berapa kerugian yang mampu ditanggung. Keempat, psikologi, yakni apakah keputusan trading mengikuti rencana.

Dalam konteks ini, dia menuturkan, Smartin hadir sebagai penasihat berjangka yang menghadirkan edukasi finansial, market intelligence, teknologi AI, dan manajemen risiko.

“Hal yang patut dicatat, otomatisasi tetap membutuhkan pengawasan,” tutur Ervan.

 

(*)

 

Kategori :