Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp46 Triliun

Kamis 22-10-2026,14:29 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id – Pemerintah menilai bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memiliki potensi untuk terus dikembangkan antara lain melalui penguatan sektor unggulan.

Selain menyerap investasi cukup besar, kehadiran KEK juga mampu menyerap tenaga kerja (tenaker). 

Data pemerintah menyebutkan bahwa realisasi investasi di KEK mencapai Rp46 triliun sepanjang Januari-September 2026 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.190 orang.

BACA JUGA:KEK ETKI Banten Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Capaian tersebut setara sekitar 67 persen dari target investasi KEK sepanjang 2026 sebesar Rp69,1 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026, mengatakan, pengembangan KEK perlu terus diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“KEK adalah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan,” kata Airlangga dikutip Antara, Kamis.

BACA JUGA:Realisasi Investasi KEK ETKI Banten Sentuh Rp1,19 Triliun

Secara kumulatif, realisasi investasi di KEK hingga 30 September 2026 mencapai Rp382,1 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 302.262 orang.

Sementara itu, dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, periode triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, realisasi investasi nasional tercatat sebesar Rp3.932 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 5,4 juta orang.

Airlangga menilai, KEK memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui penguatan sektor unggulan, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan kapasitas usaha guna memperbesar kontribusi investasi terhadap perekonomian.

BACA JUGA:Investasi Pariwisata Terus Bergulir, Nyaris Sentuh Rp40 Triliun

Pengembangan tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain kesehatan, pariwisata, industri, digital, teknologi, dan sumber daya manusia.

Di sektor kesehatan, pengembangan KEK diharapkan dapat mengurangi aliran devisa ke luar negeri melalui penyediaan layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri.

“Dan ini yang bisa kita substitusi dengan KEK-KEK yang ada,” ujar Airlangga.

Kategori :