Jakarta, landbank.co.id- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023 Seri A senilai Rp468 miliar.
"Tanggal pembayaran 19 Oktober 2026, sedangkan tingkat bunga 7,35 persen," jelas Lydia Tjio, corporate secretary PT Summarecon Agung Tbk, dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 19 Oktober 2026.
Lydia Tjio pernah mengatakan bahwa sumber dana untuk melunasi pokok obligasi itu berasal dari internal kas Perseroan.
BACA JUGA:Summarecon Serpong Masih Jadi Andalan SMRA
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, SMRA mengantongi kas dan setara kas sebesar Rp4,84 triliun, lebih besar bila disandingkan dengan akhir 2025 yang masih di posisi Rp3,38 triliun.
Sementara itu, mengutip keterbukaan informasi Summarecon, Obligasi yang dilunasi itu merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Tahap II Tahun 2023 dengan jumlah pokok Rp900 miliar.
Selain Seri A yang dilunasi 19 Oktober 2026, terdapat Seri B senilai Rp432 miliar dengan bunga 8,00 persen.
BACA JUGA:Summarecon Siapkan Dana Rp468 Miliar
Seri B memiliki jangka waktu lima tahun, sedangkan pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100 persen dari pokok pada saat tanggal jatuh tempo, yakni pada 19 Oktober 2028.
Laba Turun
Sementara itu, memasuki paruh pertama 2026, pendapatan Summarecon turun sekitar 7 persen menjadi Rp4,25 triliun dari semula Rp4,58 triliun pada periode sama 2025.
BACA JUGA:Bisnis Mal Summarecon Terus Berkibar, Raup Lebih Rp1 Triliun
Di sisi laba bersih, pemilik proyek Summarecon Serpong, Banten ini mencatat penurunan sekitar 34 persen, yakni dari Rp503,51 miliar per akhir Juni 2025 menjadi Rp332,39 miliar per akhir Juni tahun ini.
Summarecon mengoleksi aset Rp41,30 triliun pada semester pertama 2026, lebih tinggi bila disandingkan dengan posisi akhir 2025 yang senilai Rp38,34 triliun.