BACA JUGA:Backlog Kepemilikan Rumah 774 Ribu, Jateng Dapat Kuota FLPP 50 Ribu Unit
Program tersebut diharapkan membantu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi, memperkuat kesiapan memasuki dunia industri, dan memperluas peluang memperoleh pekerjaan yang lebih stabil.
Dalam mengukur kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga menggunakan Indeks Modal Manusia sebagai salah satu indikator pembangunan pada 2025, dengan target sebesar 0,56.
Indikator ini digunakan untuk mengukur kemampuan dan kualitas daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Ekonomi Tumbuh 5,29%: Prabowo Dikritik- kenyataan Menjawab
Capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam upaya pengentasan kemiskinan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sudah mencapai dua tahun pada 20 Oktober 2026.
Kepercayaan Masyarakat
Sementara itu, hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) menyebutkan sebanyak 67 persen masyarakat percaya bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
"Sebanyak 67,0 persen masyarakat masih optimis bahwa pemerintah akan mampu menjalankan kewajibannya dengan baik," kata Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno di Jakarta, Minggu.
BACA JUGA:Reshuffle Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Ganti 5 Menteri
Data survei juga menyebutkan bahwa 24,4 persen masyarakat tidak percaya dan 8,6 tidak menjawab.
Selain itu, survei PPI memotret 65,2 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo dan 32,5 persen tidak puas.
Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Wapres Gibran berada di angka 49 persen dan 38,5 persen tidak puas.
"Hal ini menunjukkan bahwa untuk mampu mengembalikan level kepuasan hingga di atas 70 persen dibutuhkan peningkatan kinerja bersama," tutur Adi.