DMAS Percaya Diri Revisi Target Prapenjualan 2026, Sentuh Rp2,95 Triliun

Minggu 18-10-2026,13:33 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Dari total permintaan lahan itu sebanyak 75 persen atau setara sekitar 63,75 hektare berasal dari sektor data center.

Permintaan terhadap lahan industri menopang raihan prapenjualan DMAS yang sepanjang Januari-Juni 2026 menyentuh sekitar Rp1,15 triliun.

“Prapenjualan Perseroan pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai 55 persen dari target tahun ini,” papar Tondy Suwanto, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Berbarengan Hari Kebangkitan Nasional, DMAS Bayar Dividen Rp1,4 Triliun

“Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri khususnya sektor data center," tambah dia.

Permintaan dari sektor data center yang mencapai 75 persen dari 85 hektare ditopang oleh sejumlah faktor pendukung.

Faktor pendukung itu adalah fasilitas dan infrastruktur yang komprehensif, seperti pasokan listrik dengan layanan premium, instalasi serat optik dengan tingkat redudansi yang andal, looping sistem pada ketersediaan air bersih maupun air daur ulang, serta pusat komando data dan keamanan.

BACA JUGA:DMAS Pecahkan Rekor Dividen Empat Tahun Terakhir

Melihat potensi yang ada, pengembang Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas itu menghadirkan Zona Data Center dengan luas sekitar 300 hektare sejak tahun 2021.

Terpisah, Cushman & Wakefield pernah menyatakan bahwa area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjadi incaran investasi fasilitas data center.

“Jabodetabek masih menjadi pusat utama pengembangan data center untuk kebutuhan enterprise maupun hyperscale cloud,” tutur Pritesh Swamy, head of Data Centre, Research & Advisory Asia Pacific Cushman & Wakefield.

Selain Jabodetabek, tambah dia, Batam semakin berkembang sebagai lokasi strategis untuk infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing).

BACA JUGA:Ini Pertimbangan DMAS Pilih Target Presales Konservatif Moderat

“Batam kini semakin berkembang sebagai pusat AI bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur yang terukur, tangguh, dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan,” kata Pritesh Swamy.

 

(*)

Kategori :