Jakarta, landbank.co.id- Penjualan LRT City Sentul tumbuh sekitar 14 persen sepanjang Januari-September 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.
Proyek properti besutan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) itu tercatat membukukan penjualan sebesar Rp16,14 miliar per akhir September 2026.
Mengutip laporan keuangan emiten berkode saham ADCP tersebut pada periode sama 2025, penjualan LRT City Sentul masih di posisi Rp13,69 miliar.
BACA JUGA:ADCP Proses Penyelesaian 2.404 Unit Properti
Dari lima proyek anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), LRT City Sentul tergolong mantul. Maklum, empat proyek lainnya harus puas membukukan penurunan penjualan.
Proyek itu mencakup LRT City Bekasi Timur Eastern Green yang membukukan penurunan dari Rp18,58 miliar menjadi Rp3,13 miliar.
Lalu, Adhi City Sentul dari semula Rp6,55 miliar menjadi Rp2,43 miliar dan Mega Graha Citra Perkasa dari Rp1,58 miliar menjadi sekitarRp1,48 miliar.
BACA JUGA:ADCP Jajaki Investor dan Kontraktor Strategis
Bahkan, Cisauk Point harus puas tidak mencatat penjualan pada rentang Januari-September 2026, sedangkan pada periode sama 2025 masih mengantongi senilai Rp1,42 miliar.
Di luar lima proyek itu developer yang berdiri sejak 2018 ini punya sumber pemasukan lainnya, yakni dari penjualan operasi ersama dan bisnis hotel (hospitality).
Khusus bisnis hospitality, lewat tiga hotel yang dimilikinya, ADCP membukukan peningkatan pendapatan sekitar 9 persen, yakni dari Rp87,47 miliar menjadi Rp94,61 miliar.
BACA JUGA:ADCP Kumpulkan Pemegang Obligasi Awal Maret 2026
Secara keseluruhan, sepanjang sembilan bulan 2026, penjualan ADCP turun sekitar 27 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2025, yaitu dari semula Rp165,54 miliar ke level Rp120,75 miliar.
Pada Januari-September 2026, ADCP membukukan rugi bersih Rp68,33 miliar, sedangkan pada periode sama mencatat kerguian sekitar Rp4,85 miliar.
Sementara itu, jumlah aset ADCP per akhir September 2026 tercatat sebesar Rp5,11 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2025 senilai Rp5,05 triliun.