Smartin dan Uhamka Bangun Generasi Melek Investasi Lewat Digital Literacy to Financial Resilience

Kamis 15-10-2026,15:20 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka

Sebelum menempatkan dana, investor disarankan memeriksa lima aspek, yaitu legalitas dan izin produk atau broker, tujuan investasi, risiko, biaya, serta bukti dan informasi pendukung yang dapat diverifikasi.

"Intinya lindungi dulu modalmu, jangan langsung ingin cepat kaya," kata Dhiraj.

Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charista turut menekankan pentingnya memahami karakteristik aset sebelum memutuskan berinvestasi atau melakukan trading. Tanpa literasi yang memadai, investor berisiko mengalami kerugian karena tidak memahami cara kerja instrumen yang dipilih.

Dia menjelaskan, pilihan aset digital saat ini semakin beragam, mulai dari aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum hingga tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), yakni upaya merepresentasikan aset dunia nyata dalam bentuk token digital.

Setiap aset memiliki fungsi, mekanisme, dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, banyaknya pilihan investasi tidak berarti seluruh instrumen sesuai untuk setiap orang.

Fini mengingatkan investor agar tidak menilai suatu aset hanya berdasarkan kenaikan harga. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan antara lain fungsi aset, likuiditas, volatilitas, keamanan, serta kepatuhan platform terhadap ketentuan yang berlaku.

"Menurut saya, kita tidak bisa menilai suatu aset hanya dari kenaikan harganya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih aset digital, seperti fungsi aset tersebut, likuiditas dan volatilitas, dan aspek keamanan serta memastikan platform yang digunakan memenuhi ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Dia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti rekomendasi orang lain atau membeli aset karena takut tertinggal tren. Tidak ada aset yang dapat dijamin selalu mengalami kenaikan harga sehingga keputusan investasi perlu mempertimbangkan kemampuan menanggung risiko.

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Uhamka Farida Hariyanto menambahkan, manajemen risiko merupakan bagian penting dari literasi keuangan sebelum seseorang memulai investasi atau trading.

Dia menyarankan mahasiswa menggunakan dana dingin, yakni dana yang tidak dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun kewajiban rutin keluarga.

"Mahasiswa Uhamka sudah mendapatkan bekal banyak dari para ahli dalam kegiatan literasi keuangan Smartin," ujar Farida.

Melalui kolaborasi ini, Smartin, Uhamka, dan Dupoin berharap mahasiswa dapat membangun pemahaman investasi yang lebih baik, menerapkan manajemen risiko, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan digital.

(*)

Kategori :