Okupansi Hotel Meninggi

Senin 12-10-2026,10:00 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Kunjungan Wisatawan

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari-Agustus 2026 tembus 10,58 juta alias tumbuh 5,38 persen bila disandingkan periode sama 2025.

Torehan kunjungan wisman itu dinilai cukup moncer mengingat riuh rendahnya geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman

“Kita patut bersyukur bahwa di tengah situasi tersebut, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan resiliensi dan melanjutkan pertumbuhan positif,” Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.

Pada Agustus 2026, Indonesia menerima 1,60 juta kunjungan wisman, meningkat 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025. 

Strategi diversifikasi pasar short-haul dan medium-haul juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya tumbuh 8,41 persen, Asia Tenggara 7,75 persen, dan Oseania 7,36 persen.

BACA JUGA:Hotel dan Restoran Dominasi Investasi Pariwisata

Seiring situasi yang berangsur membaik, kunjungan wisatawan dari kawasan Timur Tengah secara kumulatif juga kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,30 persen.

Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga bertumbuh pada rentang Januari-Agustus 2026.

Wamenpar Ni Luh mengungkapkan, perjalanan wisnus pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, meningkat 11,47 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. 

Secara kumulatif sepanjang Januari–Agustus 2026, tercatat 842,15 juta perjalanan wisnus atau tumbuh 4,29 persen.

BACA JUGA:Kunjungan Wisman Meningkat, Bisnis Hotel Menggeliat

“Pertumbuhan pariwisata juga ditopang oleh kekuatan dari dalam negeri,” kata Wamenpar Ni Luh. 

Dia menambahkan, kondisi ini menegaskan posisi wisatawan nusantara sebagai salah satu penopang utama ketahanan pariwisata Indonesia. 

 

Kategori :