Jakarta, landbank.co.id- Sepanjang Januari-September 2026, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi wilayah dengan penjualan rumah subsidi tertinggi di Indonesia.
Selain Kabupaten Bekasi, empat kota lainnya yang menempati posisi lima besar penjualan rumah subsidi adalah Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kota Kendari, dan Kabupaten Tangerang. (lihat halaman 2)
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), penjualan rumah subsidi di Kabupaten Bekasi per akhir September 2026 menyentuh 8.935 unit.
BACA JUGA:BTN Kuasai KPR FLPP Kabupaten Bekasi
Nilai subsidi yang dikucurkan BP Tapera kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam mendapatkan rumah di Kabupaten Bekasi pada periode itu setara sekitar Rp1,20 triliun.
Para MBR diguyur subsidi lewat kredit pemilikan rumah (KPR) berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) alias KPR FLPP yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Pangsa pasar rumah subsidi Kabupaten berpenduduk sekitar 3,30 juta jiwa pada 2025 itu menyentuh sekitar 5,41 persen dari 390 kabupaten dan kota.
BACA JUGA:KPR FLPP Semester Pertama 2025, Kabupaten Bekasi Tertinggi
Masih mengutip data BP Tapera, per akhir September 2026, terdapat 206 pengembang properti yang merangsek bisnis rumah subsidi di Kabupaten Bekasi.
Mereka yang berasal dari delapan asosiasi pengembang tersebut membangun 257 perumahan di seantero kabupaten itu.
Di kabupaten tersebut asosiasi paling moncer adalah Asosiasi Pengembang dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) yang mampu melego 5.535 rumah subsidi, sedangkan Realestat Indonesia (REI) menempati posisi kedua terbesar, yakni sebanyak 1.971 unit.
BACA JUGA:Dua Bank Penyalur KPR FLPP Ini Torehkan Nilai Transaksi Saham Bejibun
Mengingat median harga rumah subsidi di Kabupaten Bekasi mencapai Rp185 juta per unit, omzet rumah bagi kalangan MBR itu menyentuh sekitar Rp1,65 triliun sepanjang Januari-September 2026.
Dalam penyaluran KPR FLPP di Kabupaten Bekasi pada periode itu BP Tapera melibatkan sejumlah bank. Posisi teratas penyaluran subsidi per akhir September 2026 ditempati oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Bank pelat merah itu menyalurkan KPR FLPP senilai Rp1,03 triliun setara dengan 7.664 rumah subsidi.