BACA JUGA:Ini yang Bikin Pendapatan Sentul City Meninggi
Melalui ragam portofolio produk dan inovasi operasional ini, Sentul City optimistis dapat terus mempertahankan kepemimpinannya sebagai Master Developer terkemuka di Indonesia.
Motor Pertumbuhan
Sementara itu, penjualan hunian Sentul City terus berkibar dan menjadi motor pertumbuhan sepanjang semester pertama 2026.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, rumpun penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, rumah toko (ruko), dan apartemen BKSL membukukan pendapatan sebesar Rp619,70 miliar dalam rentang Januari-Juni 2026.
BACA JUGA:Jual Lahan ke Grup Genting, Sentul City Raih Rp1,6 Triliun
Angka pendapatan segmen tersebut melejit sekitar 71 persen bila disandingkan dengan raihan BKSL pada periode sama 2025 yang masih di level Rp363,07 miliar.
Segmen penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen menyumbang sekitar 83 persen terhadap total pendapatan BKSL.
Di sisi lain, jumlah aset BKSL per akhir Juni 2026 menyentuh sekitar Rp21,82 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan raihan per akhir Desember 2025 yang masih senilai Rp21,26 triliun.
BKSL juga mencatat peningkatan liabilitas pada semester pertama 2026 disandingkan dengan akhir 2025, yakni dari Rp5,27 triliun menjadi Rp5,74 triliun.
BACA JUGA:Sentul City Kian Kinclong
Begitu juga dengan ekuitas, terjadi peningkatan, yakni dari Rp15,99 triliun pada akhir 2025 menuju ke posisi sebesar Rp16,08 triliun per akhir Juni 2026.
Per akhir Juni 2026, para pemegang saham BKSL terdiri atas PT Sakti Generasi Perdana sebesar 65,27 persen, Stella Isabella Djohan 6,70 persen, PT Samuel Sekuritas Indonesia 5,65 persen, dan masyarakat 22,38 persen.
(*)