Mengintip House of Tugu Old Town Jakarta, Top 5 Best City Hotels in Indonesia

Minggu 11-10-2026,10:46 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

BACA JUGA:Bisnis Hotel JSPT Masih Kinclong

Dibangun melalui perjalanan panjang hampir dua dekade dalam merestorasi bangunan-bangunan bersejarah dengan penuh ketelitian, properti ini kini menaungi lebih dari 1.000 keping benda antik dan artefak langka, sebagian merupakan warisan turun-temurun dari leluhur keluarga Tugu, sebagian lagi hasil pencarian dan pelestarian keluarga selama enam dekade. Tak ada satu pun sudut di sini yang sekadar dekorasi, setiap koridor, suite, dan ruang makan adalah arsip hidup.

Menjelang usia Jakarta yang akan genap lima abad, House of Tugu menyimpan kisah dan artefak yang menembus jauh melampaui sejarah kota ini sebagai Batavia, menghadirkan catatan hidup tentang tanah ini, masyarakatnya, dan kekuasaannya, jauh sebelum ia menjelma menjadi metropolis seperti sekarang.

Untuk menjaga kedalaman dan eksklusivitas semacam ini, properti hanya menawarkan dua puluh enam kamar tamu, tak satu pun serupa satu sama lain. Setiap kamar menghidupkan kembali satu babak nyata dari masa lalu Indonesia, mulai dari jalur perdagangan di sepanjang Kali Besar hingga rumah tangga Peranakan di Batavia lama, dan bersama-sama, kamar-kamar serta ragam venue di hotel ini membentuk narasi paling lengkap tentang sejarah Jakarta yang berabad-abad usianya, yang tak tertandingi di mana pun di kota ini.

BACA JUGA:Archipelago Hotels Merangsek Canggu Bali

Di jantung narasi inilah tersimpan sebuah kisah yang nyaris tak pernah diceritakan di mana pun di dunia. House of Tugu adalah satu-satunya rumah publik di Indonesia yang secara khusus mendedikasikan dirinya bagi sejarah Peranakan kelas atas dari Jawa, sebuah warisan yang sepenuhnya berbeda dari budaya Peranakan Singapura, Malaysia, maupun negara-negara Asia Tenggara lain yang lebih dulu dikenal luas.

 

Memperkenalkan De Tiger

Didorong oleh komitmennya yang berkelanjutan untuk memperluas narasi ini bagi ibu kota, House of Tugu Old Town Jakarta kini membuka babak berikutnya lewat kehadiran De Tiger, speakeasy bar bertema Timur Jauh yang telah lama dinantikan. 

Jika kamar-kamar hotel menjaga keanggunan dan romansa Jakarta lama, De Tiger mengungkap sisi lainnya. Abad-abad silam di Kota Tua dan Sunda Kelapa bukan hanya sarat keanggunan, tetapi juga menggetarkan, sedikit nakal, dan diselimuti sensasi bahaya yang memikat, kisah-kisah yang kini nyaris terlupakan.

BACA JUGA:Daftar Lengkap Hotel dan Resor Indonesia versi Michelin Keys 2026

De Tiger tidak sekadar menghidupkan kembali sejarah ini; ia menafsirkannya dengan berani, memperluas jangkauan penceritaan House of Tugu dari kamar tamu hingga ke malam hari. Ruang ini hadir sebagai sanctuary malam yang penuh gaya, memadukan mixology heritage yang eksotis dengan energi yang provokatif dan penuh misteri, dirancang khusus bagi para tastemaker masa kini. 

Melalui De Tiger, House of Tugu Old Town Jakarta melanjutkan misinya untuk menempatkan kekayaan sejarah Indonesia yang megah, dan seringkali belum terungkap, tepat di panggung sorotan internasional.

 

(*)

 

Kategori :