Jakarta, landbank.co.id - Lahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) seluas 45 hektare di Depok, Jawa Barat, berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan lebih dari 150.000 unit rumah susun (rusun) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan kapasitas tersebut masih bergantung pada desain dan perhitungan teknis yang akan disiapkan pemerintah.
Maruarar menilai luas lahan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat. Sebagai pembanding, ia merujuk pada pengembangan rusun subsidi di kawasan Meikarta yang memiliki lahan sekitar 30 hektare.
“Kalau saya duga dengan desain yang baik, saya rasa bisa lebih dari 150.000 unit. Karena kita berkaca dari Meikarta, itu desain awalnya bisa 30 hektar, Ibu Meutya, itu cukup untuk 141.000 unit. Jadi ini terobosan yang luar biasa,” ujar Maruarar kepada awak media usai rapat
Menurut Maruarar, pemerintah selanjutnya akan menyusun desain dan perhitungan teknis untuk menentukan pola pembangunan yang paling tepat. Pemerintah juga akan melibatkan berbagai pihak dalam proses tersebut, termasuk kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, serta pihak terkait lainnya.
“Terima kasih ya, Bu, ya, atas dukungannya yang luar biasa. Kita sesama menteri dalam Kabinet Merah Putih ini sangat kompak, ya, dan juga dari ekosistem dari BPK, BPKP, semua pihak, Pemda Jawa Barat, Depok, kemudian Kementerian Keuangan, nanti juga dari LKPP, dari BPS, semuanya saling membantu, dan Kementerian Dalam Negeri tentunya juga akan kami mohon bantuannya,” kata Maruarar.
Lebih lanjut, Maruarar mengatakan pembangunan rusun subsidi menjadi salah satu opsi untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat yang belum memiliki rumah, khususnya di wilayah dengan keterbatasan lahan.
Ia menyebut pemerintah sebelumnya telah memulai pembangunan rusun subsidi di kawasan Manggarai, Jakarta, yang dibangun oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan pembiayaan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
“Saya rasa untuk program yang tidak punya rumah ini, solusi yang utama adalah dengan rumah susun subsidi dan rumah subsidi. Kita sudah mulai kurang lebih sebulan setengah lalu di Manggarai, dibangun oleh Kereta Api, dibiayai oleh BTN. Kita juga akan langkah-langkah berikutnya BRI dengan Kereta Api, dan ini juga langkah hari ini yang sangat strategis dan ini sangat besar,” ujarnya.
Maruarar menegaskan, penyediaan hunian tersebut merupakan bagian dari mandat Kementerian PKP untuk mendukung program pemerintah di sektor perumahan, terutama bagi MBR dan masyarakat yang belum memiliki hunian layak.
“Saya sebagai Menteri Perumahan memang ditugaskan bagaimana program Bapak Prabowo untuk sektor perumahan yang utamanya juga membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat Indonesia yang masih sangat banyak sekali yang belum memiliki rumah, dan juga masih banyak yang sudah punya rumah tetapi tidak layak huni,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan, pengalihstatusa lahan seluas 45 hektare tersebut kepada Kementerian PKP merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang perumahan.
Menurut Meutya, langkah tersebut merupakan hasil pembahasan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pemanfaatan aset negara bagi kepentingan penyediaan hunian rakyat.
“Alhamdulillah, kami tadi sudah selesai melakukan rapat. Hari ini akhirnya membuahkan sebuah hasil yang insyaallah akan cukup konkret untuk segera dilaksanakan, yaitu iktikad dari kami, dari Kementerian Komdigi, untuk mengalihstatuskan lahan seluas 45 hektar kepada Kementerian PKP untuk mendukung program prioritas Presiden yaitu perumahan untuk rakyat,” ujar Meutya.
Ia berharap proses tersebut dapat segera ditindaklanjuti bersama Kementerian PKP sehingga pembangunan rusun subsidi dapat dipercepat.
“Insyaallah dari rapat ini mudah-mudahan kita bisa melakukan percepatan dengan Bapak Menteri PKP untuk segera mengejawantahkan program Bapak Presiden terkhusus yang terkait dengan kebijakan perumahan rakyat. Dari kami itu,” ungkapnya.