Dupoin Futures Prediksi Emas Rebound ke 4.163, Ini Level Support Berikutnya

Kamis 08-10-2026,10:43 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka

Jakarta, landbank.co.id - Harga emas dunia atau XAU/USD berpotensi menguat dalam jangka pendek sebelum kembali menghadapi tekanan jual.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, memproyeksikan harga emas tengah memasuki fase koreksi setelah sebelumnya menembus level support penting di 4.100.

Dalam analisisnya, pergerakan XAU/USD pada timeframe Daily menunjukkan peluang kenaikan menuju area resistance 4.163.

Namun, penguatan tersebut dinilai masih sebatas koreksi selama harga emas belum mampu menembus resistance tersebut. Apabila gagal melewati area 4.163, XAU/USD berpotensi kembali melanjutkan tren pelemahan.

“Pada timeframe Daily, emas telah breakout dari support 4.100 dan saat ini berpotensi mengalami koreksi naik menuju 4.163. Selama harga belum mampu menembus resistance kuat, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut,” ujar Geraldo Kofit dikutip dari Dupoin Futures Kamis, 8 Oktober 2026.

Ia juga menjelaskan, level 4.163 menjadi area penting yang perlu dicermati pelaku pasar.

"Respons harga di level tersebut akan menentukan apakah rebound XAU/USD dapat berkembang menjadi penguatan lebih lanjut atau justru kembali menghadapi tekanan jual. Jika gagal menembus 4.163, peluang munculnya aksi jual kembali terbuka. Dalam skenario bearish tersebut, harga emas berpotensi bergerak menuju support berikutnya di kisaran 4.065-4.037," ungkapnya.

Sebaliknya, apabila XAU/USD mampu menembus 4.163 secara kuat dan mempertahankan posisi di atas level tersebut, skenario bearish perlu dievaluasi kembali.

Breakout tersebut dapat menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan emas mulai menguat dan koreksi yang berlangsung sebelumnya berpotensi berkembang menjadi perubahan arah.

Di sisi lain, Geraldo mengungkapkan dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi dinamika dolar AS dan imbal hasil atau yield Treasury Amerika Serikat.

"Penguatan dolar AS serta kenaikan yield Treasury sebelumnya memberikan tekanan terhadap harga emas. Kondisi tersebut membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas relatif kurang menarik bagi investor," terangnya.

Sebelumnya, Reuters mencatat harga emas sempat melemah ke level terendah dalam dua bulan pada 7 Oktober akibat penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury.

Meski demikian, tekanan tersebut mulai mereda pada perdagangan 8 Oktober. Emas kembali menguat sekitar 0,5% setelah dolar AS melemah dari level tertinggi dalam 18 bulan.

Pergerakan tersebut memberikan ruang bagi XAU/USD untuk melakukan rebound dalam jangka pendek.

Kendati begitu, ruang penguatan emas masih menghadapi sejumlah faktor penghambat. Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) tetap menjadi perhatian utama pasar.

Pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga pada Desember, sementara probabilitas kenaikan pada Oktober dinilai jauh lebih rendah. Jika ekspektasi tersebut semakin menguat, yield Treasury dan dolar AS berpotensi kembali mendapatkan dukungan.

Kategori :