BACA JUGA:Gandeng Hankyu, APLN Optimistis Kinerja Kian Solid
Pada 2025, APLN membungkus marketing sales sebesar Rp1,41 triliun.
Kala itu, penyumbang terbesar penjualan pemasaran perusahaan yang didirikan pada 2024 bersumber dari proyek Podomoro Park Bandung, Jawa Barat, yakni sebesar Rp466,6 miliar.
Podomoro Park Bandung yang dikembangkan di atas lahan seluas 115 hektare (ha) itu menyumbang sekitar 33 persen terhadap total penjualan pemasaran APLN tahun 2025.
Prapenjualan Podomoro Park Bandung tahun 2025, mengutip data APLN, terlihat lebih rendah sekitar 26 persen bila disandingkan dengan raihan 2024 yang sebesar Rp630,8 miliar.
Ketika itu, proyek yang dikembangkan mulai tahun 2018 ini menyumbang sekitar 33 persen terhadap total prapenjualan APLN.
BACA JUGA:Penjualan Mal Bikin Kinerja APLN Kinclong
Penyumbang kedua terbesar terhadap prapenjualan APLN tahun 2025 adalah proyek Podomoro City Deli Medan, Sumatera Utara, yakni sebesar Rp224,1 miliar atau setara sekitar 16 persen.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare ini mencatat penurunan marketing sales sekitar 45 persen pada 2025, mengingat setahun sebelumnya masih di posisi Rp406,0 miliar.
Masih mengutip data APLN, penyumbang ketiga terbesar adalah proyek Bukit Podomoro Jakarta sebesar Rp176,6 miliar atau setara sekitar 13 persen dari total marketing sales 2025.
BACA JUGA:APLN Incar Marketing Sales Rp1,5 Triliun
Pada 2025, proyek hunian seluas 9,7 hektare ini mencatat penurunan marketing sales sekitar 39 persen bila dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp291,1 miliar.
(*)