Anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ini membayar dividen tunai kepada pemegang sahamnya pada 16 Juli 2026.
BACA JUGA:SWID Rajin Tebar Dividen Tunai, Empat Tahun Nonstop
Mirip dengan MKPI, jumlah dividen yang ditebar DUTI juga meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2025 yang senilai Rp703 miliar.
Laba bersih DUTI pada 2025 tercatat turun menjadi Rp422,05 miliar dari Rp851,77 miliar pada 2024.
Posisi pembayar dividen ketiga terbesar ditempati oleh PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), yakni senilai Rp795,00 miliar atau setara Rp16,5 per saham.
Emiten properti yang juga anak usaha BSDE ini mengguyur dividen tunai kepada para pemegang sahamnya pada 9 Juli 2026.
BACA JUGA:Dividen Tunai Pakuwon, Lima Tahun Tanpa Henti
Berbeda dengan DUTI, jumlah dividen yang dibayar DMAS untuk tahun buku 2025 lebih kecil bila disandingkan dengan tahun buku 2024 yang sebesar Rp1,4 triliun setara Rp29 per saham.
Mirip dengan DUTI, laba bersih DMAS pada 2025 juga menurun bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp1,33 triliun menjadi sekitar Rp800,21 miliar.
Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menempati urutan keempat dan kelima pembayar dividen terbesar.
Dividen yang ditebar oleh kedua emiten properti itu masing-masing sebesar Rp667,28 miliar dan Rp626,07 miliar.
BACA JUGA:Begini Dividen DMAS Lima Tahun Terakhir
Dividen yang dibagikan CTRA setara sebesar Rp36 per saham, sedangkan dividen PWON adalah Rp13 per saham.
Sumber: Bursa Efek Indonesia, diolah landbank.co.id