Summarecon Siapkan Dana Rp468 Miliar

Kamis 24-09-2026,14:39 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Pengembang properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyiapkan dana tunai sebesar Rp468 miliar untuk bayar utang obligasi.

Menurut Corporate Secretary PT Summarecon Agung Tbk, Lydia Tjio, dana tunai sebesar Rp468 miliar itu untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023 Seri A yang jatuh tempo 19 Oktober 2026.

Dia menerangkan, tingkat suku bunga Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023 Seri A itu sebesar 7,35 persen.

BACA JUGA:Ini Kata Summarecon Soal Kasus HGB Bogor

"Sumber dana dari internal kas Perseroan," jelas Lydia Tjio dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 23 September 2026.

Memasuki paruh pertama 2026, pendapatan Summarecon turun sekitar 7 persen menjadi Rp4,25 triliun dari semula Rp4,58 triliun pada periode sama 2025.

Di sisi laba bersih, pemilik proyek Summarecon Serpong, Banten ini mencatat penurunan sekitar 34 persen, yakni dari Rp503,51 miliar per akhir Juni 2025 menjadi Rp332,39 miliar per akhir Juni tahun ini.

BACA JUGA:Summarecon Beri Sinyal Terus Tambah Lahan, Punya Landbank 1.800 Hektare

Sementara itu, emiten berkode saham SMRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengoleksi aset Rp41,30 triliun pada semester pertama 2026, lebih tinggi bila disandingkan dengan posisi akhir 2025 yang senilai Rp38,34 triliun.

Per akhir Juni 2026, total liabilitas pemilik Summarecon Bogor, Jawa Baratpem ini tercatat sebesar Rp24,91 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2025 sekitar Rp22,24 triliun.

Di sisi lain, ekuitas Summarecon sebesar Rp16,39 triliun pada semester pertama 2026, sedangkan pada akhir 2025 masih di angka Rp16,00 triliun.

BACA JUGA:Laba Bersih Summarecon Agung (SMRA) Melejit 111%, Raup Rp653,02 Miliar

Para pemegang saham SMRA per akhir Juni 2026 terdiri atas Harto Djojo Nagaria (komisaris) sebesar 0,13 persen, Liliawati Rahardjo (komisaris) 5,83 persen, PT Semarop Agung 36,01 persen, dan masyarakat 58,03 persen.

 

(*)

Kategori :