Permintaan Hunian Ekspatriat Terus Menggeliat

Jumat 18-09-2026,10:45 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Depresiasi rupiah telah mengurangi kemampuan anggaran perusahaan yang tunjangan huniannya masih ditetapkan dalam rupiah, sementara pemilik properti tetap menetapkan harga sewa hunian premium dalam dolar AS.

“Tekanan nilai tukar memengaruhi jenis hunian yang secara realistis dapat diperoleh perusahaan dengan anggaran yang tersedia di Jakarta,” ujar Ferry Salanto, head of Research Colliers Indonesia.

Dia menambahkan, perusahaan tidak serta-merta mengurangi kebutuhannya, tetapi menjadi semakin selektif dalam mempertimbangkan lokasi, ukuran unit, serta kesepadanan antara biaya dan manfaat yang ditawarkan.

BACA JUGA:Bikin Cuan Hunian Ekspatriat, Baca Ini

Laporan Collier mengidentifikasi kesenjangan yang semakin lebar antara asumsi anggaran perusahaan, yang umumnya menggunakan nilai tukar sekitar Rp16.000 hingga Rp16.800 per dolar AS, dan nilai tukar pasar yang berada pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS selama periode pelaporan. 

Kesenjangan ini mendorong sejumlah perusahaan untuk mempertimbangkan unit yang lebih kecil, memperluas cakupan lokasi pilihan, atau beralih dari rumah tapak ke apartemen.

“Ekspatriat semakin kesulitan mendapatkan properti yang mereka inginkan. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan, tetapi juga oleh pergerakan nilai tukar yang mendorong biaya sewa melampaui anggaran yang telah dialokasikan,” papar Lenny van Es-Sinaga, head of Residential Services Colliers Indonesia.

Di tengah dinamika tersebut, jelas dia, permintaan tetap tinggi, khushsnya untuk rumah tapak, baik yang berada diluar maupun didalam kompleks perumahan. 

“Pada saat yang sama, pemilik properti, terutama pemilik aset berkualitas tinggi, cenderung mempertahankan harga sewanya sehingga ruang untuk negosiasi penurunan harga menjadi terbatas. Kondisi ini membuat proses penyewaan menjadi lebih selektif dan, dalam beberapa kasus, memerlukan waktu lebih Panjang,” kata dia.

BACA JUGA:Daftar Lengkap Tarif Sewa Rumah Ekspatriat Terbaru

Tekanan terhadap keterjangkauan tidak serta-merta melemahkan permintaan, tetapi justru mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi hunian yang lebih fleksibel. 

Strategi tersebut mencakup peningkatan penggunaan apartemen berlayanan, perluasan area pencarian properti, serta evaluasi yang lebih cermat terhadap kesepadanan antara biaya dan manfaat yang ditawarkan setiap properti.

 

(*)

 

Kategori :

Terpopuler