Ini Lima Emiten Properti dengan Aset Paling Tebal

Senin 14-09-2026,10:34 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Lima pengembang properti beraset paling tebal menguasai 41,62 persen dari total aset emiten properti yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengutip laporan keuangan yang telah dirilis oleh 78 emiten properti periode semester pertama 2026, kelima pengembang itu menguasai aset sebesar Rp269,86 triliun.

Jumlah aset emiten properti itu naik sekitar 2 persen bila dibandingkan dengan raihan pada akhir Desember 2025.

BACA JUGA:Landbank BSDE Tumbuh 2 Persen, Siapkan Rp2,51 Triliun Akuisisi Lahan

Pada periode Januari-Juni 2026, total aset 78 emiten properti tercatat menyentuh sekitar Rp648,38 triliun, tumbuh sekitar 1 persen.

Kelima emiten properti beraset paling tebal pada semester pertama 2026 masing-masing adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sebesar Rp81,94 triliun dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sekitar Rp50,77 triliun.

Lalu, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) senilai Rp49,22 triliun, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sebesar Rp46,62 triliun, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sekitar Rp41,30 triliun.

BACA JUGA:Rekam Jejak Dividen Tunai CTRA, Lima Tahun Tak Henti

Mengutip laporan keuangan Perseroan, aset paling besar BSDE pada semester pertama 2026 bertumpu pada persediaan tanah dan bangunan siap jual serta tanah dalam pengembangan.

Segmen tersebut menyumbang sebesar Rp19,55 triliun atau setara sekitar 24 persen dari total aset pemilik proyek kota mandiri BSD City, Tangerang, Banten pada periode akhir Juni 2026.

Begitu juga dengan PANI. Mayoritas aset pengembang kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) itu adalah berupa persediaan, yakni aset lancar dan aset tidak lancar.

BACA JUGA:Summarecon Serpong Masih Jadi Andalan SMRA

Dari kedua jenis aset itu yang terbesar adalah kelompok aset lancar, yakni tanah dan bangunan siap jual, bangunan dalam konstruksi, serta tanah yang sedang dikembangkan sebesar Rp26,39 triliun.

Segmen tersebut menyumbang sekitar 52 persen dari total aset PANI per akhir Juni 2026 yang tercatat senilai Rp50,77 triliun.

Mirip dengan BSDE dan PANI, aset terbesar LPKR juga berasal dari persediaan, khususnya persediaan real estate development.

Kategori :