Jakarta, landbank.co.id - Sebanyak 50 juta masyarakat di Indonesia akan mendapatkan rekening bank baru secara gratis dari pemerintah.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, nantinya sebanyak 50 juta masyarakat Indonesia akan diberikan rekening gratis.
Ia menuturkan, pemberian rekening tersebut merupakan bagian dari transformasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat secara lebih langsung dan tepat sasaran.
“Nah, presiden kemarin juga kebetulan sudah berikan instruksi untuk semua punya bank account. Karena pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat,” ujar Luhut di dalam kerangan resminya seperti dikutip landbank.co.id via siaran daring Sabtu, 12 September 2026.
Ia menuturkan, rekening tersebut akan diberikan secara gratis bagi masyarakat Indonesia yang telah berusia 17 tahun ke atas, dengan sasaran utama masyarakat termiskin di Indonesia.
Nantinya, program-program perlindungan sosial, termasuk bansos, akan disalurkan langsung oleh pemerintah melalui rekening penerima. Dengan skema tersebut, bantuan tidak lagi diberikan dalam bentuk subsidi produk tertentu.
Luhut menjelaskan, program pembuatan rekening bank gratis tersebut akan melibatkan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Program ini terutama ditujukan kepada masyarakat termiskin di Indonesia yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 50 juta orang.
“Itu arahan presiden. Nah, dengan begitu membawa keadilan. Ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita. Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan,” papar Luhut.
Menurut Luhut, rekening tersebut nantinya menjadi sarana pemerintah untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat. Dengan sistem tersebut, pemerintah juga dapat meningkatkan transparansi dalam penyaluran program perlindungan sosial.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan dana bansos yang ditransfer pemerintah nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Penggunaan dana tersebut antara lain dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pembayaran listrik, pembelian beras, hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Kita masih mikir apakah nanti berikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi, hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam. Jadi, di lapangan nanti akan jadi market mechanism. Jadi, membuat kita lebih transparan,” paparnya.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih transparan sekaligus memastikan dana yang diberikan benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun untuk menjalankan program pemberian rekening gratis kepada masyarakat berusia 17 tahun ke atas.
“Totalnya kalau 200 juta penduduk berarti kira-kira sekitar Rp11 triliun lah,” kata Airlangga di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendorong transformasi sistem penyaluran bantuan sosial secara langsung kepada penerima. (*)