Keluar dari Tekanan
Sementara itu, dari seluruh emiten yang mengantongi laba bersih pada semester pertama 2026, sekitar 20 persen-nya adalah emiten yang semula menderita kerugian pada semester pertama 2025.
Kemampuan keluar dari tekanan sehingga bottom line mereka menghijau tentu saja tidak nongol begitu saja. Ada effort yang dikeluarkan.
BACA JUGA:Pakuwon Menjaga Stabilitas Pendapatan
Salah satu emiten properti yang mampu keluar dari kerugian adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, APLN mengantongi laba bersih sebesar Rp184,69 miliar, sedangkan pada periode sama 2025, merugi sekitar Rp108,82 miliar.
Maklum, pendapatan APLN juga melejit pada enam bulan pertama 2026 dibandingkan periode sama 2025, yakni dari Rp1,69 triliun menjadi Rp3,66 triliun.
Manajemen APLN mengaku bahwa Perseroan menetapkan target kinerja tahun 2026 secara lebih moderat, dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan kualitas penjualan.
“Pendekatan ini mencerminkan strategi yang lebih berhati-hati dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan usaha,” papar Bacelius Ruru, direktur utama PT Agung Podomoro Land Tbk dalam Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.
BACA JUGA:Gandeng Hankyu, APLN Optimistis Kinerja Kian Solid
Secara keseluruhan, jelas dia, tahun 2026 dipandang sebagai fase transisi menuju pemulihan yang lebih stabil. Dengan struktur usaha yang lebih solid dan strategi yang terarah, Perseroan optimistis dapat mempertahankan daya tahan usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara selektif.
Di luar APLN, emiten lain yang mampu keluar dari tekanan sehingga mampu mengantongi laba bersih pada semester pertama 2026 adalah PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, INPP mencetak laba bersih sekitar Rp58,12 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 masih membukukan rugi bersih senilai Rp72,11 miliar.
“Kami bersyukur pada periode ini INPP mencatatkan performa yang solid, yang tercermin dari perolehan laba yang positif,” kata Wakil Presiden Direktur & Chief Financial Officer (CFO) Paradise Indonesia, Surina, belum lama ini.
Sepanjang semester pertama 2026, pendapatan emiten properti yang melantai di BEI tercatat meningkat sekitara 6 persen, yakni dari Rp40,45 triliun menjadi sekitar Rp50,65 triliun.