BEST Berharap Tangkap Peluang Data Center

Rabu 02-09-2026,15:15 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Angka itu jauh lebih tinggi bila disandingkan dengan penjualan tanah Befa pada periode sama 2025 yang masih di angka Rp2,35 miliar.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, BEST masih memiliki persedian tanah senilai Rp4,72 triliun.

BACA JUGA:DMAS Buka Kartu Kenapa Jadi Incaran Data Center

“Landbank Perseroan adalah 1.021 hektare dengan net landbank 669 hektare,” papar manajemen PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.

Sepanjang semester pertama 2026, penjualan tanah menjadi otot pendapatan perusahaan yang didirikan pada 1989 itu. Porsi pemasukan dari melego lahan sekitar 70 persen terhadap total pendapatan Perseroan yang sekitar Rp380,43 miliar.

Mengutip laporan keuangan pemilik kawasan industri MM2100, Bekasi tersebut penyumbang pendapatan lainnya adalah dari jasa maintenance fee, service charge, air, dan sewa sebesar Rp94,33 miliar.

Lalu, dari bisnis hotel sekitar Rp5,35 miliar dan pendapatan lain-lain yang menyentuh sebesar Rp15,51 miliar.

Perseroan mencatat, penjualan kepada pelanggan individual yang melebihi 10 persen dari jumlah pendapatan bersih per akhir Juni 2026 mencakup PT Handal Gemilang Santosa Rp170,00 miliar dan PT API International Indonesia sekitar Rp47,36 miliar.

BACA JUGA:Repower Bikin Anak Usaha Data Center

Tingginya nilai penjualan lahan sontak memengaruhi torehan Perseroan sepanjang semester pertama 2026.

Selain pendapatan yang melonjak sekitar 304 persen, BEST juga mampu membalikkan keadaan, yakni dari merugi jadi untung.

Per akhir Juni 2025, BEST membukukan kerugian sekitar Rp58,53 miliar, sedangkan pada semester pertama tahun ini membukukan laba bersih Rp144,33 miliar.

Pada 2026, manajemen BEST pernah menyatakan bahwa penjualan lahan masih menjadi sumber utama pendapatan Perseroan, sedangkan pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income) ditargetkan tetap stabil.

Fokus BEST tahun ini adalah menarik permintaan dari existing tenant dan industri-industri yang tangguh dan berkembang.

Selain itu, mengembangkan bisnis pendapatan berulang baru dan menambah fasilitas yang dapat meningkatkan nilai kawasan dan Perseroan.

BACA JUGA:Begini Alasan Intiland Kembangkan Layanan Data Center

Kategori :