WMPP Membalikkan Keadaan, Cermin Prospek Industri Pangan

Rabu 02-09-2026,13:06 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

“Selain perbaikan di sisi pendapatan, Perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar utang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada kuartal pertama 2026 mencapai 1,5 kali, dibandingkan 0,7 kali pada periode akhir 2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” ujar Tumiyana.

 

Strategi Efisiensi

Kedepan, Perseroan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan. 

Untuk mendukung hal ini, Perseroan berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerja sama dengan sejumlah mitra dan investor strategis.

BACA JUGA:Pameran Peternakan Terbesar 2026 Siap Hadir di BSD, Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Selain itu, Perseroan dan anak usaha Perseroan yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) juga mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue

Melalui aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.472.672.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyakbanyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU.

“Pada aksi korporasi ini, WMPP menargetkan jumlah dana yang terhimpun sebanyak-banyaknya sebesar Rp 635,45 miliar. Dalam hal ini, sekitar 36 persen dipakai untuk konversi utang pemegang saham dan pemegang MTN, serta sekitar 64 persen untuk modal kerja,” jelas Tumiyana.

Dia menegaskan, aksi korporasi ini merupakan langkah penting bagi Perseroan yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam industri.

BACA JUGA:Mau Buka Bisnis Makanan dan Minuman? Begini Cara Mengurus Sertifikat Halal dari MUI

Per akhir Juni 2026, para pemegang saham PT Widodo terdiri atas Tumiyana sebesar 66,95 persen, Red Dragon Capital LTD 6,51 persen, dan masyarakat 26,54 persen.

 

(*)

 

Kategori :