Jakarta, landbank.co.id- PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan penjualan tanah sebesar Rp265,23 miliar sepanjang Januari-Juni 2026.
Angka itu jauh lebih tinggi bila disandingkan dengan penjualan tanah PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk pada periode sama 2025 yang masih di angka Rp2,35 miliar.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk masih memiliki persedian tanah senilai Rp4,72 triliun.
“Landbank Perseroan adalah 1.021 hektare dengan net landbank 669 hektare,” papar manajemen PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.
Sepanjang semester pertama 2026, penjualan tanah menjadi otot pendapatan perusahaan yang didirikan pada 1989 itu. Porsi pemasukan dari melego lahan sekitar 70 persen terhadap total pendapatan Perseroan yang sekitar Rp380,43 miliar.
BACA JUGA:Laba Bersih BEST Makin Kinclong
Mengutip laporan keuangan pemilik kawasan industri MM2100, Bekasi tersebut penyumbang pendapatan lainnya adalah dari jasa maintenance fee, service charge, air, dan sewa sebesar Rp94,33 miliar.
Lalu, dari bisnis hotel sekitar Rp5,35 miliar dan pendapatan lain-lain yang menyentuh sebesar Rp15,51 miliar.
Perseroan mencatat, penjualan kepada pelanggan individual yang melebihi 10 persen dari jumlah pendapatan bersih per akhir Juni 2026 mencakup PT Handal Gemilang Santosa Rp170,00 miliar dan PT API International Indonesia sekitar Rp47,36 miliar.
Membalikkan Keadaan
Tingginya nilai penjualan lahan sontak memengaruhi torehan Perseroan sepanjang semester pertama 2026.
BACA JUGA:Di Kawasan Industri, Penjualan Lahan Masih Berjalan
Selain pendapatan yang melonjak sekitar 304 persen, emiten berkode saham BEST di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga mampu membalikkan keadaan, yakni dari merugi jadi untung.
Per akhir Juni 2025, BEST membukukan kerugian sekitar Rp58,53 miliar, sedangkan pada semester pertama tahun ini membukukan laba bersih Rp144,33 miliar.