Membaca Arah Pasar Kripto September

Minggu 30-08-2026,13:55 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Pasar kripto pada September 2026 diprediksi penuh ujian setelah reli harga aset kripto Bitcoin pada Agustus 2026.

Koreksi harga Bitcoin setelah menyentuh US$80.000 pada Agustus 2026 tak mengendorkan minat terhadap pasar kripto.

Setelah menyentuh area tertinggi di atas US$81.000 pada pekan lalu, Bitcoin kini diperdagangkan di kisaran US$78.300, menunjukkan pasar mulai melakukan konsolidasi setelah reli kuat sepanjang paruh kedua Agustus. 

Data CoinGecko mencatat rentang perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir berada di sekitar US$77.314 hingga US$78.310.

Pergerakan tersebut sekaligus menandai perubahan fokus pasar. Jika sebelumnya investor dibayangi pertanyaan apakah Bitcoin mampu kembali menembus US$80.000, perhatian kini bergeser pada apakah level tersebut dapat direbut kembali dan dipertahankan di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat.

BACA JUGA:Emas XAU/USD Naik Tipis, Dibanderol US$4.643 Kamis, 27 Agustus 2026

Dalam Market Outlook FLOQ, Bitcoin sebelumnya tercatat mengalami reli sekitar 26 persen dari level US$62.700 pada 12 Agustus hingga menyentuh US$81.235, dengan US$80.000 menjadi level psikologis penting bagi kelanjutan tren. Namun, FLOQ juga telah mengingatkan bahwa posisi long yang semakin padat dan volume yang mulai melandai membuat Bitcoin rentan terhadap koreksi.

Risiko tersebut mulai terlihat setelah pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh di Jackson Hole pada 28 Agustus. Warsh menegaskan inflasi AS masih berada di atas target 2 persen dan menyebut perkembangan inflasi dalam beberapa bulan terakhir belum cukup menunjukkan perbaikan tren yang berarti. 

Dia juga menekankan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila inflasi tidak bergerak menuju target dengan kecepatan yang memadai.

Pasar merespons pernyataan tersebut sebagai sinyal yang cenderung hawkish. Bitcoin sempat turun ke bawah US$77.000 sebelum kembali stabil di area US$78.000 pada akhir pekan.

Chief Executive Officer (CEO) & Founder FLOQ Yudhono Rawis, menilai koreksi setelah Bitcoin menembus US$80.000 tidak serta-merta menghilangkan prospek positif aset kripto, namun menunjukkan bahwa fase berikutnya akan sangat ditentukan oleh fundamental makro dan kekuatan permintaan investor.

BACA JUGA:BTC Sempat Sentuh US$62.000, Ini Proyeksi Harga Bitcoin Menurut FLOQ

“Reli Bitcoin sepanjang Agustus menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto masih sangat kuat. Namun, setelah gagal bertahan di atas US$80.000, pasar sekarang masuk ke fase pembuktian. Investor perlu melihat apakah permintaan spot dan arus dana institusional tetap mampu menyerap volatilitas yang datang dari kebijakan The Fed,” ujar Yudho dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.

 

Dana Institusional 

Kategori :

Terkait

Minggu 30-08-2026,13:55 WIB

Membaca Arah Pasar Kripto September

Terpopuler

Minggu 30-08-2026,13:55 WIB

Membaca Arah Pasar Kripto September