Dari Transformasi, BTN Kian Menuai Hasil Positif

Jumat 28-08-2026,16:44 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka

Jakarta, landbank.co.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kian memperkuat transformasi bisnis dari semula mortgage bank menjadi bank berbasis housing financial ecosystem.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan kinerja perseroan yang dibarengi dengan perbaikan kualitas aset dan ekspansi bisnis ke sejumlah segmen di luar pembiayaan perumahan.

Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto, menilai transformasi BTN tidak hanya tercermin dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari peningkatan kinerja serta perbaikan kualitas aset perseroan.

“Transformasi BTN sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Untuk diketahui, pada semester I/2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pada periode yang sama, total aset BTN telah mencapai Rp545 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp418 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp433 triliun.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BTN turun menjadi 2,99% dari sebelumnya 3,3%. Di sisi lain, cost of credit juga mengalami penurunan dari 2,0% menjadi 0,7%.

Melihat perkembangan tersebut, Eko menilai transformasi yang dilakukan BTN mulai memberikan dampak positif terhadap fundamental bisnis perseroan.

Menurutnya, transformasi BTN juga terlihat dari langkah perseroan memperluas bisnis pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menuju konsep beyond mortgage.

Melalui strategi tersebut, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi mulai membangun ekosistem keuangan yang mengikuti perjalanan finansial nasabah, mulai dari kebutuhan membeli rumah hingga kebutuhan keuangan lainnya.

“BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup,” katanya.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BTN untuk memperluas hubungan dengan nasabah sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis di luar pembiayaan perumahan.

Di sisi lain, digitalisasi juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat pengembangan ekosistem BTN melalui Bale by BTN.

Menurut Eko, pengembangan platform digital tersebut menunjukkan upaya BTN dalam memperluas akses layanan sekaligus menghubungkan berbagai kebutuhan nasabah dalam satu ekosistem.

Superapps milik BTN kini telah memiliki sekitar 4,5 juta pengguna dan didukung 358 ribu merchant serta 14 ribu developer,” ujarnya.

Bale by BTN juga telah terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah. Adapun volume transaksi yang tercatat mencapai 2,63 miliar transaksi dengan nilai sekitar Rp134 triliun.

Selain memperluas ekosistem melalui layanan digital, BTN juga mulai memperkuat bisnis di luar segmen mortgage.

Salah satunya dilakukan melalui akuisisi portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia dengan nilai hampir Rp20 triliun.

Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat kemampuan BTN dalam melayani kebutuhan finansial nasabah hingga memasuki masa pensiun.

Dengan demikian, pengembangan bisnis BTN tidak hanya diarahkan pada pembiayaan saat nasabah membeli rumah, tetapi juga mencakup kebutuhan finansial dalam berbagai tahapan kehidupan.

Mandat Pembiayaan Perumahan Tetap Dijaga

Meski memperluas bisnis, Eko menilai BTN tetap perlu menjaga mandat utamanya dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional.

Pada semester I/2026, kredit perumahan subsidi BTN tumbuh 8,1% menjadi Rp196,96 triliun. Sementara itu, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) telah mencapai Rp4,1 triliun.

Menurut Eko, keseimbangan antara ekspansi bisnis dan mandat perumahan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga arah transformasi BTN.

“Kalau melihat perjalanannya, arahnya sudah benar dan hasilnya mulai terlihat. Tantangannya sekarang adalah menjaga momentum transformasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan ekosistem yang dibangun BTN terus memberikan nilai bagi masyarakat,” pungkas Eko.

(*)

Kategori :