Pada semester pertama 2026, mengutip laporan keuangan Perseroan, penjualan rumah tapak menyumbang sekitar 56 persen terhadap total pendapatan emiten berkode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu.
Sepanjang Januari-Juni 2026, penjualan rumah Metland tercatat sebesar Rp441,42 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sekitar Rp321,55 miliar.
BACA JUGA:Metland Run for Fun Series 2026 Digelar di 6 Lokasi, Siapkan Hadiah Apartemen
Tahun ini, dalam melego rumah tapak, MTLA juga memanfaatkan program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Maklum, insentif pemerintah itu memengaruhi raihan Metland dalam menjual produk residensial pada 2025.
Secara keseluruhan, pendapatan semester pertama 2026 perusahaan yang didirikan pada 1994 ini senilai Rp791,68 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sebesar Rp837,02 miliar.
Selain Metland Cyber Puri yang menghadirkan kawasan central business district (CBD), sebuah hunian eksklusif di barat Jakarta, MTLA juga punya sederet pengembangan rumah tapak.
Dari data yang dihimpun landbank.co.id, khusus residensial rumah tapak, Metland memiliki delapan proyek yang tersebar di sejumlah lokasi.
Ke-8 proyek itu mencakup Metland Menteng, Metland Puri, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Cibitung, Metland Cyber Puri, Metland Cikarang, dan Metland Kertajati.
BACA JUGA:Penjualan Rumah Metland Nyaris Rp186 Miliar, Tiga Bulan 2026
Para pemegang saham Metland per akhir Juni 2026 terdiri atas PT Metropolitan Persada Internasional sebesar 37,52 persen, PT Ciputra Nusantara 15,00 persen, dan PT Yulie Sekuritas Tbk 7,24 persen.
Kemudian, Iwan Putra Brasali (komisaris) 2,04 persen, Nanda Widya (komisaris) 1,06 persen, Anhar Sudrajat (presiden direktur) 0,08 persen, Olivia Surodjo (direktur) 0,04 persen, Wahyu Sulistio (direktur) 0,00 persen, Santoso (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 37,02 persen.
(*)