Saraswanti Indoland Perkuat Otot Pendapatan

Rabu 26-08-2026,09:00 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) memerkuat otot pendapatan lewat pembukaan hotel baru dan pembangunan ballroom hotel di Yogyakarta.

Maklum, pada semester pertama 2026, bisnis jasa perhotelan (hospitality) menyumbang sekitar 82 persen terhadap total pendapatan PT Saraswanti Indoland Development Tbk.

Kontribusi itu melejit mengingat pada enam bulan pertama 2025 kontribusi bisnis hospitality terhadap total pendapatan PT Saraswanti Indoland Development Tbk masih di level sekitar 55 persen.

Kali ini, langkah penguatan bisnis hospitality yang dilakukan emiten berkode saham SWID di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu adalah dengan membuka The Royal Alana Yogyakarta, hotel bintang lima milik Perseroan pada 27 Agustus 2026.

BACA JUGA:SWID Rajin Tebar Dividen Tunai, Empat Tahun Nonstop

Pada tanggal yang sama, SWID memulai pembangunan (groundbreaking) ballroom Innside by Melia Yogyakarta guna menopang bisnis meeting, incentives, conferences, dan exhibition (MICE).

Manajemen SWID mengaku, selain memerkuat pendapatan, kehadiran dua portofolio itu menambah pundi-pundi pendapatan berkelanjutan (recurring income) Perseroan.

Kedua pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pendapatan SWID melalui peningkatan aktivitas operasional hotel dan penyelenggaraan kegiatan MICE.

Direktur Utama SWID, Bogat Agus Riyono, menyampaikan bahwa potensi pasar hospitality dan MICE di Yogyakarta masih sangat besar. 

BACA JUGA:Kinerja Kinclong, SWID Singgung Proyek Baru dan Land Bank

“Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata dan MICE yang paling diminati di Indonesia setelah Bali. Potensinya sangat besar dan kami melihat peluang tersebut sebagai bagian penting dari pertumbuhan bisnis hospitality SWID,” jelas Bogat dalam keterangannya kepada media, Rabu, 26 Agustus 2026. 

Dia menambahkan, The Alana Yogyakarta saat ini memiliki fasilitas MICE dengan kapasitas hingga 3.000 pax, sedangkan jumlah kamar yang tersedia sebanyak 264 kamar. 

“Dengan hadirnya The Royal Alana Yogyakarta dengan 219 kamar, kami optimistis dapat menangkap kebutuhan akomodasi dari kegiatan MICE secara lebih optimal,” tutur dia. 

Bogat memerkirakan revenue gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50 persen dari revenue existing, sehingga menjadi salah satu sumber recurring income yang penting bagi Perseroan.

“Sekaligus menjadi modal bagi SWID untuk terus tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Bogat.

Kategori :