Jakarta, landbank.co.id- PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia sedang menyiapkan pembayaran dividen interim untuk tahun buku 2026.
Dividen interim emiten berkode saham INPP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu rencananya dibayarkan pada 10 September 2026.
“Keputusan dividen interim ini merupakan bentuk apresiasi kami atas kepercayaan pemegang saham, sekaligus bukti nyata kinerja solid Perseroan," ujar Wakil Presiden Direktur & Chief Financial Officer (CFO) PT Indonesian Paradise Property Tbk, Surina, dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.
Sebagaimana diberitakan landbank.co.id, keputusan untuk membagikan dividen interim itu dibuat direksi Paradise Indonesia pada 7 Agustus 2026.
BACA JUGA:AVIA Dapat Setoran Dividen Interim dari Anak Usaha
Kata Surina, keputusan itu tentu saja dengan persetujuan dewan komisaris Perseroan.
Sesuai keputusan tersebut dividen interim INPP tahun buku 2026 sebesar Rp50,32 miliar atau setara dengan Rp4,5 per saham.
Manajemen Paradise Indonesia menyatakan bahwa periode cum dividend di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dimulai Kamis, 20 Agustus 2026, diikuti ex dividend pada 21 Agustus 2026.
Lalu, cum dividend di Pasar Tunai ditetapkan pada 24 Agustus 2026, dengan ex dividend pada 26 Agustus 2026.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen pembayaran dividen interim pada 10 September adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 24 Agustus 2026.
BACA JUGA:Jadwal Dividen Interim Tahun 2026 INPP
Pembagian dividen ini didasari oleh kinerja fundamental INPP yang tetap solid di tengah dinamika industri properti. Hingga semester 1-2026, INPP berhasil membukukan laba positif mencapai Rp141,98 miliar, ditopang oleh kontribusi positif dari seluruh lini bisnis, portofolio yang terdiversifikasi, serta pengelolaan aset yang berkelanjutan.
"Strategi diversifikasi serta efisiensi operasional yang kami jalankan terbukti tepat sasaran, mampu mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 11% secara tahunan,” papar Surina.
Pada periode ini, INPP mencatatkan porsi pendapatan berulang (recurring income) sebesar 71 persen, salah satu yang tertinggi di industri properti Indonesia.
Disiplin pengelolaan keuangan dan efisiensi operasional turut mendongkrak EBITDA menjadi Rp265,12 miliar atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).