Pasokan Rumah di Jabodetabek Tumbuh 17 Persen

Minggu 23-08-2026,13:45 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Pasokan rumah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tumbuh sekitar 17 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan dengan periode sama 2025.

Mengutip data JLL Indonesia, pada semester pertama 2026, terdapat 3.500 rumah baru yang mengguyur Jabodetabek, sedangkan pada periode sama 2025 sebanyak 3.000 rumah.

“Pasokan perumahan tapak di Jabodetabek pada semester pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sementara permintaan menunjukkan penyerapan yang stabil,” papar Vivin Harsanto, head of Growth and head of Strategic Consulting JLL Indonesia, dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

BACA JUGA:Winner Raih Penjualan Rumah Nyaris Rp23 Miliar

Terkait penyerapan, masih mengutip data konsultan properti tersebut sepanjang enam bulan pertama 2026 total permintaan (demand) sebanyak 3.900 unit.

Untuk tingkat penjualan (sales rate), terjadi pertumbuhan, yakni dari 88 persen pada Januari-Juni 2025 menjadi sebesar 90 persen per akhir Juni 2026.

Data JLL Indonesia memerlihatkan bahwa mayoritas rumah yang terjual berada di rentang harga Rp600 juta hingga Rp1,3 miliar per unit, yakni sebesar 32 persen.

Lalu, harga berkisar Rp1,3-2 miliar (22 persen), harga di atas Rp3 miliar (19 persen), harga di bawah Rp600 juta (19 persen), dan rentang harga Rp2-3 miliar (9 persen).

BACA JUGA:Gapuraprima Bungkus Penjualan Rumah Rp122 Miliar

“Dari sisi harga, terjadi pergeseran pola permintaan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Vivin. 

Dia menjelaskan, segmen hunian yang dibanderol Rp600 juta hingga Rp1,3 miliar tetap mendominasi pasar dimana pada rentang harga ini memiliki variasi pilihan tipe unit 2 kamar tidur hingga 4 kamar tidur. 

Vivin menerangkan, hunian dengan harga di bawah Rp600 juta meningkat, begitu pula hunian di atas Rp3,0 miliar. 

“Sementara itu, hunian dengan harga Rp1,3–3,0 miliar sedikit melambat, menunjukkan pola permintaan yang beragam di berbagai tingkat harga,” jelas Vivin. 

BACA JUGA:Membaca Tren Interior Rumah Temuan Pinhome

Dia menegaskan, dari sisi konfigurasi unit, terjadi pergeseran tren dengan rumah 4 kamar tidur mendominasi penjualan dimana harga dimulai dari Rp 600 juta. 

Kategori :