Jakarta, landbank.co.id-
Tanah NTT boleh terguncang…
tetapi semangat basudara… jangan pernah tumbang..
Penggalan bait puisi yang dibacakan Evaa Sena, anggota Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Nagekeo (Himapen) Jabodetabek itu membelah malam di sudut kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Untaian puisi itu mengirim pesan bahwa para korban bencana gempa dahsyat di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak sendiri dalam menghadapi guncangan.
Ada ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan warga Indonesia yang merasakan beban mereka sekaligus mengulurkan tangan untuk meringankan beban mereka.
BACA JUGA:Himapen Galang Donasi Korban Gempa Flores
“Kami turut merasakan penderitaan para korban gempa, sekaligus ingin ikut membantu meringankan beban mereka, termasuk keluarga kami yang terdampak bencana,” kata Aster Leta, ketua Himapen Jabodetabek di Kedai Si Unyil, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Agustus 2026 malam.
Pernyataan Aster itu dilontarkan di sela Malam Doa Bersama dan Penggalangan Donasi yang digulirkan Himapen.
Tampak hadir puluhan orang. Tak hanya mahasiswa dan pemuda, sejumlah perwakilan korporasi swasta dan yayasan, termasuk dari organ pemerintah serta kalangan jurnalis, turut hadir.
“Kami harapkan inisiasi dari masyarakat ini membuat solidaritas kita kian kuat. Kami berempati untuk semua keluarha yang kena musibah. Mudah-mudahan dipulihkan oleh Tuhan sehingga kembali menikmati kebahagiaan seperti sediakala,” tutur Direktur Utama Badan Akesesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Informatika dan Digital (Bakti Komdigi) Fadhilah Mathar, malam itu.
Ia juga menitipkan sebanyak 800 kilogram beras dan 50 dus mie instan kepada Himapen untuk disalurkan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.
BACA JUGA:Gempa di Bogor, BMKG: Ada Aktivitas Sesar Aktif Citarik
“Selain itu, kami juga akan menggalang dana donasi yang akan kami titipkan penyalurannya kepada Himapen,” kata Fadhilah.