BTN Siapkan KPR 40 Tahun Bunga 6% untuk Hunian Manggarai

Jumat 21-08-2026,20:43 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka

Model tersebut dinilai berpotensi direplikasi di kawasan sekitar stasiun maupun simpul transportasi publik lainnya, seiring semakin terbatas dan mahalnya lahan untuk pembangunan rumah tapak di kota-kota besar.

“Di Jabodetabek stasiun itu banyak sekali. Kita akan mulai dari daerah-daerah stasiun kereta karena lebih mudah. Setelah itu mungkin kita akan bicara kawasan LRT dan MRT,” ujarnya.

Nixon menilai hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda yang membutuhkan akses mobilitas dan kedekatan dengan pusat aktivitas.

“Di Jakarta dan kota besar, mencari landed house sudah sulit dan terlalu mahal. Jadi kita harus realistis, seperti kota-kota lain di dunia, Jakarta pasti ke atas. Anak muda sekarang juga suka, yang penting di tengah kota dan sarana transportasinya dekat,” katanya.

BTN Siapkan Dua Skema Pembiayaan

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap Hunian Manggarai, BTN menyiapkan dua skema pembiayaan, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KPR non-subsidi.

Skema FLPP diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi ketentuan pemerintah. Sementara KPR non-subsidi disiapkan untuk menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas.

Untuk KPR non-subsidi, BTN juga menyiapkan program khusus dengan uang muka mulai 5% serta suku bunga promosi.

Kehadiran kedua skema tersebut memberikan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan calon konsumen.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi peran BTN dalam pembiayaan rumah subsidi. Menurutnya, kapasitas BTN dalam penyaluran FLPP dapat mendukung pengembangan hunian serupa dengan memanfaatkan aset KAI di lokasi lainnya.

“Untuk FLPP juara satu, saya nggak ada lawan BTN. Saya mohon Pak Nixon kita bangun lagi di tempat lain, supaya aset-aset kereta api bisa segera dibangunkan,” ujar Maruarar.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai pembangunan Hunian Manggarai menjadi langkah konkret untuk menghadirkan hunian layak dan terjangkau di pusat kota.

Ia menekankan pentingnya memastikan hunian tersebut tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan spekulasi.

“Kita harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen,” kata Hashim.

Hashim berharap konsep serupa dapat dikembangkan di aset-aset KAI lainnya sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh hunian terjangkau yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Hunian Manggarai Dibangun 8 Tower

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, Hunian Manggarai dikembangkan di atas lahan sekitar 2,2 hektare dan direncanakan terdiri atas delapan tower setinggi 24 lantai.

Sebanyak 1.276 unit akan dibangun di Blok G dalam tiga tower. Sementara Blok F akan memiliki lima tower dengan total 2.508 unit.

Tags :
Kategori :

Terkait