Himapen Galang Donasi Korban Gempa Flores

Selasa 18-08-2026,13:00 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Gempa dahsyat mengguncang bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.

Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wijayanto, gempa bumi kali pertama terjadi di wilayah Flores Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya.

Dia mengatakan, gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Praktis, gempa menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Aktifitas masyarakat terganggu, termasuk denyut dunia usaha dan sektor pariwisata.

BACA JUGA:Gempa di Bogor, BMKG: Ada Aktivitas Sesar Aktif Citarik

"Demi menjamin keselamatan fisik seluruh pelanggan dan karyawan, terhitung mulai hari Sabtu, 15 Agustus 2026 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut, operasional hotel ditutup," jelas Dadang Suwarsa, sekretaris perusahaan PT Pudjiadi And Sons Tbk (PNSE) dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.

Dia menambahkan, untuk mitigasi risiko, seluruh tamu atau pelanggan telah dipindahkan ke hotel yang tidak terdampak, jadwal kerja karyawan diarahkan ke pengamanan area hotel membantu pihak security hotel, dan tidak diperkenankan mendekati area hotel, kecuali pihak berwenang.

Sementara itu, selain merusak rumah tinggal warga dan bangunan fasilitas umum, gempa dahsyat itu merenggut korban jiwa. Mengutip laman BMKG, setidaknya terdapat 53 korban jiwa dan korban luka-luka 137 orang, per tanggal 17 Agustus 2026.

"Rumah orang tua saya rusak kena gempa," ujar Aster Leta, ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Nagekeo (Himapen) Jabodetabek kepada landbank.co.id, di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

BACA JUGA:Tak Hanya Menyebabkan Gedung Runtuh, Gempa Myanmar Renggut Korban Jiwa

Dia menambahkan, sebagian rumah keluarga anggota Himapen juga terdampak. Karena itu, dia bersama teman-teman turut menggalang donasi untuk meringankan beban keluarga korban terdampak bencana.

"Selain melakukan aksi simpatik di kawasan Monas, Jakarta, kami juga berencana menggelar doa bersama dan menggalang donasi untuk meringankan beban para korban," papar Aster.

Aksi doa bersama dan penggalangan donasi, jelas dia, akan digulirkan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Agustus 2026.

 

Kategori :

Terkait