"Kondisi ini menempatkan Perseroan pada peluang yang terbuka, sekaligus menuntut ketepatan dalam menentukan fokus pengembangan agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar," urai William Honoris, direktur utama PT Modernland Realty Tbk, dilansir Laporan Tahunan MDLN 2025.
BACA JUGA:Modernland akan Kumpulkan Para Pemegang Saham
William Honoris juga pernah menyatakan bahwa perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah dengan harga jual Rp5 miliar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2025 dan pembentukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman diharapkan dapat mendorong kinerja Perseroan.
Penurunan Laba
Secara keseluruhan, pendapatan pemilik proyek Jakarta Garden City, Jakarta ini terlihat turun sekitar 46 persen pada semester pertama 2026 bila dibandingkan dengan raihan pada periode sama 2025.
Maklum, pada enam bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan yang berdiri sejak tahun 1983 ini masih di level Rp517,58 miliar.
Di sisi lain, MDLN membukukan rugi bersih sekitar Rp707,12 miliar pada semester pertama 2026, sedangkan pada periode sama 2025 masih mengoleksi laba bersih senilai Rp807,03 miliar.
BACA JUGA:Modernland Raih Penjualan Rumah dan Ruko Rp600 Miliar
Sementara itu, total aset MDLN per akhir Juni 2026 tercatat sekitar Rp13,35 triliun, sedangkan per akhir Desember 2025 senilai Rp13,56 triliun.
Liabilitas MDLN naik dari semula Rp9,71 triliun pada akhir 2025 menjadi sekitar Rp10,21 triliun per akhir Juni 2026.
Di lini ekuitas, emiten properti yang masuk BEI sejak 1993 ini mencatat penurunan dari semula Rp3,74 triliun per akhir 2025 menjadi sekitar Rp3,14 triliun pada semester pertama 2026.
Para pemegang saham MDLN per akhir Juni 2026 mencakup PT Panin Sekuritas Tbk sebesar 15,74 persen, dan PT Honoris Corporindo Pratama 13,14 persen.
BACA JUGA:Saat Modernland Membalikkan Keadaan
Selain itu, Haiyanto 9,71 persen, AA Land Pte Ltd., Singapura 7,44 persen, Woodside Global Venture Inc 6,59 persen, dan masyarakat 47,38 persen.