Jakarta, landbank.co.id - Generasi Z atau Gen Z semakin selektif dalam memilih rumah. Selain mempertimbangkan lokasi, calon pembeli dari generasi ini mulai memperhatikan kemampuan finansial, kualitas bangunan, hingga konsep kawasan yang ramah lingkungan.
Country Manager 99 Group Indonesia, Maria Herawati Manik, mengatakan perubahan perilaku tersebut menunjukkan bahwa preferensi Gen Z dalam memilih hunian semakin beragam.
Menurut Maria, Gen Z kini tidak lagi menjadikan lokasi sebagai satu-satunya faktor dalam menentukan pilihan rumah. Aspek finansial dan kualitas hunian turut menjadi pertimbangan penting sebelum membeli properti.
“Gen Z memilih rumah tidak hanya soal lokasinya saja, melainkan juga soal finansial. Selain itu, building material, kawasan ramah lingkungan seperti SPKLU,” ujar Maria dalam press conference The People's Choice 2026 yang berlangsung di Hotel Raflles Kuningan, Jakarta Selatan Senin, 10 Agustus 2026.
Ia juga menyampaikan, pertimbangan finansial menjadi salah satu faktor penting karena calon pembeli dari generasi tersebut semakin memperhatikan kemampuan mereka dalam memenuhi kewajiban pembiayaan hunian dalam jangka panjang.
BACA JUGA:The People’s Choice 2026 Usung “The Blue Print of Trust”, Suara Konsumen Jadi Sorotan
"Selain harga dan skema pembiayaan, aspek lingkungan dan fasilitas pendukung kawasan juga mulai menjadi perhatian Gen Z. Kehadiran fasilitas seperti stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi sebuah kawasan hunian," ungkapnya.
Di sisi lain, Gen Z juga semakin kritis terhadap kualitas dan kredibilitas pengembang. Sebelum membeli rumah, calon konsumen dari generasi tersebut tidak hanya melihat harga dan lokasi, tetapi juga mencari informasi mengenai pengembang serta kualitas bangunan yang ditawarkan.
“Yang sering ditanyakan dari Gen Z juga seperti terkait developer, apakah rumah ini dibangun dengan baik dan bagaimana kualitasnya,” kata Maria.
Perubahan preferensi tersebut menjadi tantangan bagi pengembang untuk menghadirkan produk hunian yang tidak hanya strategis dari sisi lokasi, tetapi juga sesuai dengan kemampuan finansial dan kebutuhan generasi muda.
Pengembang juga dituntut lebih transparan dalam menyampaikan informasi mengenai kualitas bangunan, material yang digunakan, fasilitas kawasan, hingga konsep keberlanjutan yang ditawarkan.
BACA JUGA:Kisah Debitur Penerima KPP di Bali, dari Toko Alat Tulis hingga Pengembang Perumahan
Dengan semakin selektifnya Gen Z dalam memilih hunian, faktor harga, kualitas, kredibilitas pengembang, fasilitas, dan lingkungan berpotensi menjadi bagian penting dalam menentukan keputusan pembelian rumah di masa mendatang.
(*)