Penjualan Hunian Sentul City Meninggi

Senin 10-08-2026,12:22 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id -Penjualan hunian PT Bukit Sentul Tbk (BKSL) terus berkibar dan menjadi motor pertumbuhan sepanjang semester pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, rumpun penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, rumah toko (ruko), dan apartemen PT Bukit Sentul Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp619,70 miliar dalam rentang Januari-Juni 2026.

Angka pendapatan segmen tersebut melejit sekitar 71 persen bila disandingkan dengan raihan PT Bukit Sentul Tbk pada periode sama 2025 yang masih di level Rp363,07 miliar.

Segmen penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen menyumbang sekitar 83 persen terhadap total pendapatan emiten berkode saham BKSL di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

Pada periode yang sama 2025, kontribusi segmen itu menyentuh sekitar 75 persen, mengingat kala itu pendapatan BKSL di posisi Rp483,67 miliar.

BACA JUGA:2026, Sentul City Bidik Marketing Sales Rp1,73 Triliun

Di luar penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen, pada semester pertama 2026, BKSL memiliki dua segmen lain sebagai sumber pendapatan.

Kedua segmen itu mencakup hotel, restoran, dan taman hiburan sebesar Rp81,09 miliar dan pengelolaan kota sekitar Rp43,52 miliar.

Tren yang dikoleksi kedua segmen tersebut bila disandingkan dengan semester pertama 2025 masing-masing turun sekitar 6 persen dan naik sekitar 29 persen.

Secara keseluruhan pada semester pertama 2026, pendapatan BKSL tumbuh sekitar 54 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari semula Rp483,67 miliar ke posisi Rp744,31 miliar.

Seiring pertumbuhan pendapatan, perusahaan yang didirikan pada 1993 ini membungkus peningkatan di lini laba bersih. Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, laba bersih BKSL melambung sekitar 500 persen disandingkan dengan raihan periode sama 2025.

BACA JUGA:Nawana by Alana Sentul City Mulai Beroperasi

Pada semester pertama 2026, laba bersih BKSL tercatat sebesar Rp89,84 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 masih bertengger di level Rp14,58 miliar.

 

Target Marketing Sales

Di sisi lain, manajemen BKSL pernah menyatakan bahwa Perseroan membidik penjualan pemasaran (marketing sales) atau prapenjualan sebesar Rp1,73 triliun pada 2026.

“Target marketing sales Perseroan pada 2026 adalah Rp1,73 triliun di mana target tersebut akan dicapai melalui penjualan produk yang sudah diluncurkan (existing product) maupun dari peluncuran beberapa produk/cluster baru yang dicanangkan pada 2026,” urai manajemen BKSL, dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.

BACA JUGA:Ini yang Bikin Pendapatan Sentul City Meninggi

Mengutip data Perseroan, pengembang kota mandiri Sentul City, Bogor, Jawa Barat ini mengantongi Rp1,23 triliun dari target marketing sales tahun 2025 yang sebesar Rp2,8 triliun.

Setahun sebelumnya, yakni pada 2024, realisasi marketing sales BKSL menyentuh Rp3,9 triliun dari target Rp2,2 triliun.

Menurut Hiramsyah Sambudhy Thaib, presiden direktur PT Sentul City Tbk, optimisme Perseroan pada 2026 didukung oleh keunggulan dari kawasan Sentul City yang sampai saat ini terus berkembang.

“Ke depannya, kawasan Sentul City lebih mudah dijangkau karena didukung oleh aksesibilitas yang semakin membaik seiring dengan rencana pembangunan infrastruktur, baik rencana pembangunan tiga jalan tol baru maupun transportasi publik yang dicanangkan oleh pemerintah yang akan mempermudah mobilitas masyarakat,” kata dia, dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.

Di samping itu, jelas dia, Perseroan secara konsisten fokus untuk menghadirkan produk berkualitas seperti hunian dengan Smart Home System yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan didukung oleh penyediaan fasilitas kawasan yang semakin lengkap untuk meningkatkan kenyamanan para konsumen.

BACA JUGA:Jual Lahan ke Grup Genting, Sentul City Raih Rp1,6 Triliun

Sementara itu, jumlah aset BKSL per akhir Juni 2026 menyentuh sekitar Rp21,82 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan raihan per akhir Desember 2025 yang masih senilai Rp21,26 triliun.

BKSL juga mencatat peningkatan liabilitas pada semester pertama 2026 disandingkan dengan akhir 2025, yakni dari Rp5,27 triliun menjadi Rp5,74 triliun.

Begitu juga dengan ekuitas, terjadi peningkatan, yakni dari Rp15,99 triliun pada akhir 2025 menuju ke posisi sebesar Rp16,08 triliun per akhir Juni 2026.

Per akhir Juni 2026, para pemegang saham BKSL terdiri atas PT Sakti Generasi Perdana sebesar 65,27 persen, Stella Isabella Djohan 6,70 persen, PT Samuel Sekuritas Indonesia 5,65 persen, dan masyarakat 22,38 persen.

BACA JUGA:Sentul City Kian Kinclong 

(*)

Kategori :