Investor Lokal Dominasi Investasi Properti

Senin 10-08-2026,09:52 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id - Para investor lokal masih getol merogoh kocek, bahkan mereka mendominasi realisasi investasi di sektor properti sepanjang Januari-Juni 2026.

Mengutip data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), porsi penanaman modal dalam negeri (PMDN) terhadap total investasi sektor properti menyentuh sekitar 64 persen, sisanya, 36 persen adalah penanaman modal asing (PMA).

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memerlihatkan bahwa arus modal ke sektor properti masuk dalam lima besar realisasi investasi semester pertama 2026.

Sepanjang enam bulan pertama 2026, realisasi investasi sektor properti menyentuh Rp85,8 triliun, sedangkan realisasi seluruh sektor secara nasional sebesar Rp1.010,6 triliun.

Realisasi investasi sektor properti pada enam bulan pertama 2026 yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran didominasi oleh PMDN, yakni Rp55,3 triliun, sedangkan PMA menyentuh Rp30,5 triliun.

BACA JUGA:Realisasi Investasi Properti Tumbuh 19 Persen, Sentuh Rp75 Triliun

Arus modal dari luar negeri, masih mengutip data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, merupakan hasil konversi dengan patokan kurs Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (AS), yakni kurs yang ditetapkan oleh APBN.

Dominannya investor dalam negeri dalam menebar invesasi juga tercermin pada semester pertama 2025. Ketika itu, realisasi investasi sektor properti sekitar Rp75,0 triliun dengan komposisi sebanyak Rp53,0 triliun merupakan PMDN, sedangkan Rp22,0 triliun adalah PMA.

Artinya, investor lokal menyumbang sekitar 71 persen terhadap total realisasi investasi sektor properti, sedangkan PMA sebesar 29 persen.

Realisasi PMA menggunakan konversi dolar AS sebesar Rp16.000, merujuk kepada patokan APBN.

Mundur setahun sebelumnya, pada semester pertama 2024, realisasi sektor properti menyentuh Rp62,9 triliun, dari jumlah tersebut porsi PMDN sekitar Rp36,6 triliun (58 persen), sedangkan PMA senilai Rp26,3 triliun (42 persen).

BACA JUGA:Koridor Timur Cibubur Jadi Magnet Baru Investasi Properti

Pada enam bulan pertama 2024, arus modal ke sektor properti menempati peringkat empat besar realisasi investasi secara nasional.

 

Tren Peningkatan

Para investor dalam negeri tak hanya dominan pada semester pertama 2026, namun juga menorehkan peningkatan bila disandingkan dengan periode sama 2025.

Masih mengutip data Kementerian Investasi/BKPM, pada Januari-Juni 2026, nilai PMDN di sektor properti meningkat sekitar 4 persen, yakni dari Rp53 triliun menjadi Rp55,3 triliun.

BACA JUGA:Begini Peta Investasi Properti di Inti ASEAN

Hal serupa sebelumnya terjadi, yakni ketika membandingkan realisasi PMDN di sektor properti antara semester pertama 2024 dengan periode sama 2025.

Bahkan, peningkatan kala itu lebih tinggi, yakni sekitar 45 persen, dari semula Rp36,6 triliun menjadi Rp53,0 triliun.

Sebaliknya, pemodal asing lebih dinamis. Ketika pada semester pertama 2025 mencatat penurunan sekitar 16 persen, kondisi berubah pada enam bulan pertama 2026, tumbuh sekitar 39 persen.

“Semester pertama 2026 menunjukkan bahwa modal tetap tersedia untuk aset-aset berskala besar di Indonesia yang memiliki fundamental kuat,” kata Mike Broomell, managing director Colliers Indonesia, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.

Dia menambahkan, pada semester kedua 2026, aktivitas investasi diperkirakan semakin meluas, meskipun pembeli akan tetap selektif.

“Pembeli memprioritaskan perkantoran premium, aset layanan kesehatan, serta transaksi yang menawarkan pendapatan stabil, operator tepercaya, dan kepastian eksekusi,” kata Mike Broomell.

BACA JUGA:Realisasi Investasi Properti Tembus Rp115 Triliun, Peringkat Keempat Terbesar di Indonesia

Sementara itu, total realisasi investasi seluruh sektor secara nasional pada semester pertama tahun 2026 yang sebesar Rp1.010,6 triliun didominasi oleh investor asing.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyatakan, untuk PMA mencapai Rp507,6 triliun atau 50,2 persen, sedangkan PMDN sebesar Rp502,9 triliun atau 49,8 persen.

PMA paling getol menggelontorkan uangnya ke Indonesia datang dari Singapura, yakni US$8,8 miliar. Lalu, di posisi kedua Hong Kong sebesar US$7,6 miliar, Tiongkok US$3,9 miliar, Jepang US$1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$1,7 miliar.

Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi semester pertama tahun 2026 masih didominasi oleh Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya, diikuti Jasa Lainnya, Pertambangan, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi, serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.

BACA JUGA:Investasi Properti Kian Meningkat, BCA Catat 55,1% KPR BCA Didominasi Milenial

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P Roeslani, menegaskan, pemerintah akan terus menjaga momentum investasi melalui penyederhanaan perizinan berusaha, penguatan ekosistem investasi, percepatan pembangunan kawasan industri dan hilirisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.

 

 

(*)

Kategori :