Penjualan Rumah Alam Sutera Naik 30 Persen

Minggu 09-08-2026,15:34 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatat pertumbuhan penjualan rumah dan rumah toko (ruko), baik dari sisi unit maupun nilai pada semester pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, penjualan rumah dan ruko PT Alam Sutera Realty Tbk melonjak sekitar 30 persen dari sisi nilai, sedangkan dari sisi unit pertumbuhannya tembus 13 persen.

Nilai penjualan rumah dan ruko PT Alam Sutera Realty Tbk sepanjang semester pertama 2026 sekitar Rp376,24 miliar, berasal dari keberhasilan melego 136 unit.

Kemampuan mencetak pertumbuhan penjualan rumah dan ruko pada semester pertama 2026, jauh melampaui torehan periode sama 2025 emiten berkode saham ASRI di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

Maklum, pada Januari-Juni 2025, ASRI harus puas membukukan penurunan penjualan disandingkan periode sama 2024.

BACA JUGA:The Gramercy Hadirkan Kavling Eksklusif di Alam Sutera

Pada semester pertama 2025, penjualan rumah dan ruko perusahaan yang berdiri sejak 1994 ini merosot sekitar 76 persen dari sisi unit, sedangkan dari sisi nilai melemah sekitar 77 persen.

 

Otot Pemasukan

Sementara itu, penjualan rumah dan ruko terlihat berperan sebagai otot pemasukan bagi ASRI untuk periode Januari-Juni 2026.

Sumbangan segmen ini terhadap total pundi-pundi ASRI per akhir Juni 2026 mencapai sekitar 28 persen.

Mengingat posisinya yang dominan, peningkatan penjualan rumah dan ruko ikut memengaruhi total pendapatan ASRI per akhir Juni 2026 yang tumbuh sekitar 18 persen dibandingkan periode sama 2025.

BACA JUGA:Mengenal DOMAIN, Business Suites di Jantung Alam Sutera

Per akhir Juni 2026, total pendapatan ASRI menyentuh sekitar Rp1,32 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 masih di posisi Rp1,12 triliun.

Produk rumah dan ruko ASRI ada di proyek Alam Sutera yang diluncurkan sejak 1994 dan di proyek Suvarna Sutera yang digulirkan sejak 2011.

Kemampuan ASRI mencetak pertumbuhan penjualan rumah dan ruko pada enam bulan pertama 2026 dibarengi dengan melejitnya penjualan apartemen.

Penjualan apartemen ASRI melonjak sekitar 1.163 persen, yakni dari semula Rp19,20 miliar pada semester pertama 2025 menuju level Rp240,22 miliar per akhir Juni 2026.

Maklum, dari sisi unit, ASRI mengoleksi pertumbuhan signifikan, yaitu sekitar 248 persen bila dibandingkan dengan semester pertama 2025.

BACA JUGA:Rumah dan Ruko Masih Jadi Andalan Alam Sutera Realty

Mirip dengan segmen rumah dan ruko, torehan penjualan apartemen pada semester pertama 2026 melampaui kondisi pada periode sama 2025.

Ketika itu, nilai penjualan apartemen ASRI merosot sekitar 65 persen bila dibandingkan dengan semester pertama 2024, sedangkan dari sisi unit anjlok sekitar 64 persen.

 

Laba Turun

Di luar penjualan rumah dan ruko serta apartemen, ASRI punya sumber lain untuk mengisi pundi-pundi Perseroan. Per akhir Juni 2026, sumber itu antara lain adalah penjualan tanah Rp199,44 miliar dan penjualan gedung perkantoran Rp48,69 miliar.

Selain itu, yang menonjol lainnya adalah pendapatan dari pengelolaan kota Rp135,20 miliar serta pendatan dari sewa dan fasilitasnya senilai Rp138,46 miliar.

BACA JUGA:Penjualan Tanah Alam Sutera Melonjak

Khusus untuk segmen pariwisata, ASRI mengoleksi pendapatan sekitar Rp100,10 miliar pada rentang Januari-Juni 2026.

Di sisi lain, laba bersih ASRI per akhir Juni 2026 terlihat merosot sekitar 69 persen dibandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari Rp41,64 miliar menjadi Rp12,77 miliar.

Sementara itu, per akhir Juni 2026, para pemegang saham emiten yang melantai di BEI sejak 2007 ini mencakup PT Tangerang Fajar Industrial Estate sebesar 25,72 persen, PT Manunggal Prime Development 20,19 persen, dan PT Argo Manunggal Land Development 0,66 persen.

Selain itu, pemegang saham lainnya adalah Joseph Sanusi Tjong (direktur utama ASRI) 0,02 persen, PT Maybank Sekuritas Indonesia 9,49 persen, dan masyarakat 43,92 persen.

BACA JUGA:Laba Bersih ASRI Melambung 

(*)

 

Kategori :